Persiapan Masuk PTN, Santri Kelas 12 MA Al-Nahdlah Ikut Bimbingan Konseling

Depok, Al-Nahdlah IBS – 21 Santri Kelas XII MA Al-Nahdlah mengikuti bimbingan konseling dalam rangka persiapan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada Kamis-Jumat (20-21/2/2025) kemarin.

Bimbingan yang difasilitasi oleh LBB Bintang Pelajar ini dilaksanakan di Gedung Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Pesantren Al-Nahdlah. Bimbingan ini merupakan bagian dari Program Beasiswa Santri Baznas 2024.

Guru Bimbingan Konseling (BK) LBB Bintang Pelajar Aisyah Rahmawati yang menjadi konselor pada bimbingan ini mengatakan, para santri sudah memiliki banyak informasi seputar program studi maupun kampus pilihan mereka. Hanya saja, kebanyakan dari mereka masih belum bisa mencapai target passing grade yang dipatok oleh kampus.

“Kebanyakan, siswa masih belum bisa mencapai passing gradenya. Jadi, banyak dari mereka itu berkonsultasi tentang cara belajar, cara bisa mengerjakan try out. Itu kebanyakan kendala yang mereka alami,” terangnya saat diwawancarai oleh tim Media Pesantren Al-Nahdlah.

Lebih lanjut, perempuan yang akrab dipanggil Kak Aisyah oleh para santri ini menuturkan bahwa sebagian santri masih kesulitan untuk menyisihkan waktu untuk belajar di sela-sela padatnya kegiatan di Pesantren.

“Sehingga, mereka merasa waktu belajar mereka hanya pada saat bimbel di kelas saja,” ujarnya.

Namun, menurut Kak Aisyah, itu hanya dialami oleh sebagian santri saja. Adapun sebagian yang lain sudah pandai mengatur waktu dan menyisihkan waktu khusus untuk belajar.

“(Sebagian) mereka menyempatkan waktu khusus untuk belajar. Alhamdulillah nilai try out-nya meningkat,” paparnya.

Selain mendengarkan cerita para santri, Kak Aisyah juga tidak lupa untuk memberikan nasehat dan motivasi kepada mereka.

“Perbanyak latihan lagi, dan ketika pengerjaan try out harus fokus mengerjakan soal,” tegasnya.

Kak Aisyah menambahkan, “saya juga sudah memberikan nasehat dan motivasi, agar ketika mereka mendapat kesempatan untuk memegang gadget, manfaatkan dengan baik (untuk belajar).”

Selain bimbingan konseling, Program Beasiswa Santri Baznas 2024 bagi santri Kelas XII MA Al-Nahdlah ini juga mencakup Kegiatan Pembelajaran (KP) Pendampingan SNBT yang berupa bimbingan belajar setiap akhir pekan dan try out SNBT.

Direktur Pendidikan Al-Nahdlah: Santri Tidak Hanya Harus Pandai Membaca, Tapi Juga Harus Pandai Menulis

Depok, Al-Nahdlah IBS – Direktur Pendidikan Pesantren Al-Nahdlah Ustadz Rosyidin Effendi, SQ, MA, mengatakan bahwa santri Al-Nahdlah tidak hanya harus pandai membaca, tapi juga harus pandai menulis.

“Santri Al-Nahdlah harus pandai dua hal, yaitu di samping pandai membaca juga pandai menulis,” ujarnya dalam Penutupan Sidang Karya Tulis Ilmiah (KTI) Kelas 12 MA Al-Nahdlah pada Kamis (20/2/2025) kemarin.

Sebelumnya, Ustadz Rosyidin menjelaskan, meskipun Nabi Muhammad Saw itu disifati ummi, yakni tidak bisa membaca dan menulis, hal itu merupakan skenario Allah agar kaum kafir tidak menduga bahwa Al-Qur`an adalah karangan Nabi.

“Tetapi tidak ada alasan bagi kita umat Nabi Muhammad untuk tidak bisa membaca dan menulis,” terangnya.

Menurutnya, bukti bahwa Islam memandang penting kepandaian dalam membaca dan menulis adalah wahyu pertama dan wahyu kedua yang diturunkan kepada Nabi.

“Begitu pentingnya membaca dan menulis hingga Allah menurunkan ayat pertama itu iqra` (Qs. Al-Alaq) dan ayat kedua itu nun wa al-qalami wa ma yasthurun (Qs. Al-Qalam),” jelasnya.

Ustadz Rosyidin mencontohkan, para ulama terdahulu sangat produktif dalam menulis dan melahirkan karya.

“Ulama-ulama kita telah banyak yang menunjukkan kehebatan mereka dalam berkarya, seperti Imam An-Nawawi, yang meskipun usianya hanya 45 tahun, tapi karyanya sangat panjang,” ulasnya.

Ustadz Rosyidin berharap, tradisi menulis di Al-Nahdlah bisa terus dikembangkan dan digalakkan. Apalagi, di era perkembangan teknologi yang begitu pesat seperti saat ini, menulis tidak lagi hanya terbatas dengan pena, tapi juga bisa dengan gadget, komputer, dan sejenisnya.

“Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membekali diri dengan ilmu. Kalau ilmunya cukup, ilmunya mumpuni, maka tulisan kita akan membawa manfaat bagi banyak orang,” tegasnya.

Kasus Gagal Daftar SNBP, Santri MA Al-Nahdlah: Alhamdulillah, di Sini Semua Disiapkan Dengan Baik

Hari itu, ratusan siswa SMA Negeri 1 Mempawah Kalimantan Barat datang ke sekolah untuk berdemo dan meluapkan kekesalan mereka kepada pihak sekolah.

Mereka berdemo usai gagal mendaftar Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2025 akibat keteledoran yang dilakukan oleh pihak sekolah. Kasus serupa juga terjadi di beberapa sekolah lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Detik, kasus siswa gagal daftar SNBP terjadi di SMA Negeri 4 Karawang, SMA Negeri 17 Makassar, SMK Negeri 1 Depok, MAN 1 Lamongan, SMK Negeri 10 Medan, MAN 2 Model Medan, SMA Negeri 2 Cirebon, SMA Negeri 1 Cileunyi, dan SMK Negeri 2 Surakarta.

Ada banyak hal yang menyebabkan siswa gagal mendaftar dan mengikuti SNBP. Mulai dari koordinasi yang buruk antara sekolah dengan para siswa, pengunggahan dokumen yang tidak sesuai dengan ketentuan, hingga sekolah yang gagal melakukan finalisasi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS).

Pendaftaran SNBP di MA Al-Nahdlah

Muhammad Alfatih Panatagama adalah seorang siswa kelas XII MA Al-Nahdlah Depok. Tahun ini, ia terpilih sebagai siswa eligible dan berhak untuk mendaftar dan mengikuti SNBP.

“Saya tahu berita itu (siswa eligible gagal mendaftar SNBP), karena sempat viral,” tuturnya.

Santri yang akrab dipanggil Fatih ini mengaku bersyukur karena kasus serupa tidak terjadi di MA Al-Nahdlah. Ia bersama delapan temannya yang terpilih menjadi siswa eligible telah mendaftarkan diri dan mengikuti SNBP pada Selasa (11/2/2025) lalu.

“Alhamdulillah proses pendaftaran berjalan lancar,” ungkapnya.

Untuk jalur SNBP, Fatih memilih program studi Silvikultur di Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai pilihan pertama dan program studi Hubungan Internasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai pilihan kedua.

Ketika mengetahui berita tentang siswa eligible gagal mendaftar SNBP, Fatih mengaku tidak khawatir sama sekali. Hal itu lantaran pihak MA Al-Nahdlah telah mempersiapkan pendaftaran SNBP dengan sangat baik.

“Ketika berita itu muncul, Alhamdulillah Al-Nahdlah sudah prepare semua, sudah selesai semua pendaftaran-pendaftarannya,” ujarnya.

Berdasarkan penjelasannya, baik wali kelas maupun kepala madrasah rutin melakukan update. Sehingga, kasus seperti keterlambatan pendaftaran maupun kasus lain yang bisa membuat siswa gagal mendaftar SNBP dapat diantisipasi.

MA Al-Nahdlah sendiri selalu berupaya memberikan dukungan yang maksimal kepada para santri kelas XII yang berencana lanjut ke jenjang pendidikan tinggi. Harapannya, dengan dukungan tersebut, mereka bisa masuk ke PTN favorit yang mereka impikan.

Selain memfasilitasi pendaftaran SNBP maupun SPAN-PTKIN (jalur undangan untuk PTKIN), madrasah yang berada di bawah naungan eLSAS Foundation juga memberikan pendampingan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) kepada para santri secara gratis.

Get 30% off your first purchase

X