Ikut Gerakan Aksi Bergizi, Santri Al-Nahdlah Belajar Pola Hidup Sehat dan Bersih

Depok, Al-Nahdlah IBS – Sivitas akademik Pondok Pesantren Al-Nahdlah Islamic Boarding School mengikuti kegiatan Gerakan Aksi Bergizi di Lapangan Gedung Pusat pada Rabu (4/9/2024) pagi.

Berdasarkan surat Nomor PK.05.01/B.II/2212/2024 dari Kementerian Kesehatan RI perihal pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi Serentak Tahun 2024, Dinas Kesehatan Kota Depok menyelenggarakan Gerakan Aksi Bergizi Serentak se-Kota Depok tahun 2024.

Kegiatan Aksi Bergizi Serentak se-Kota Depok ini diselenggarakan di 38 lokasi khusus (Lokus). Pondok Pesantren Al-Nahdlah Islamic Boarding School terpilih menjadi salah satu lokus mewakili Wilayah UPTD Puskesmas Bojongsari.

Santi Lestiarini, S. KM., Petugas Surveilans Puskesmas Kecamatan Bojongsari mengatakan, kegiatan Gerakan Aksi Bergizi merupakan kegiatan tahunan di lingkungan Kementerian Kesehatan. Sasaran dari kegiatan ini adalah anak usia remaja.

“Biasanya anak usia remaja itu masih belum memerhatikan soal gizi, makan sembarangan, apa yang dimakan itu belum tentu padat gizinya,” tuturnya.

Oleh karena itu, di antara tujuan dari Gerakan Aksi Bergizi ini adalah untuk mengedukasi para remaja agar lebih aware terhadap kesehatan mereka dan lebih memerhatikan makanan yang mereka konsumsi.

“Makanya, ini menjadi kegiatan preventif dan promotif dari Dinas Kesehatan Kota Depok untuk menjemput bola. Supaya nanti generasi penerus ini tidak ada masalah pada gizi mereka di kemudian hari,” beber Santi.

Di antara rangkaian kegiatan pada pagi itu adalah para santri putri minum Tablet Tambah Darah bersama-sama. Ini merupakan langkah untuk mencegah penyakit anemia.

“Kasus anemia ini dampak negatifnya banyak banget. Misalnya, jika anemia, maka kalau melahirkan bisa pendarahan, bayi tumbuh prematur, kemudian nanti berpengaruh terhadap kualitas ASI ketika dia menyusui,” terang Santi. “Serta kita bisa melahirkan anak-anak yang anemia juga. Jadi,nggak akan selesai.”

Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum sekaligus Penanggung Jawab kegiatan, Ustadzah Lilih Sholihat, S. Pd., mengungkapkan rasa syukur karena Al-Nahdlah terpilih menjadi salah satu lokasi kegiatan Gerakan Aksi Bergizi ini.

“Alhamdulillah, jadi satu kecamatan itu dipilih satu, dan Kecamatan Bojongsari itu yang dipilih Al-Nahdlah,” ungkapnya.

Ia berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, para santri mampu menerapkan pola hidup sehat dan bersih, serta bebas rokok.

“Harapannya, setelah ikut acara ini, anak-anak bisa menerapkan pola hidup sehat dan bersih, terus bisa terhindar dari rokok,” ujar Ustadzah Lilih.

Kegiatan Gerakan Aksi Bergizi diawali dengan senam bersama, dilanjut dengan santri putri minum tablet tambah darah, lalu seluruh santri makan bersama, dan diakhiri dengan pemaparan materi terkait gizi remaja, pola hidup sehat, serta bebas rokok dan narkoba.

KH Asrorun Niam Sholeh

KH Asrorun Niam Sholeh: Setiap Individu Santri Memiliki Keistimewaan

KH Asrorun Niam Sholeh
KH Asrorun Niam Sholeh dalam Haflah Akhirussanah Al Nahdlah IBS tahun ajaran 2023/24. Foto: Panitia.

Depok, Al-Nahdlah IBS – Pengasuh Pondok Pesantren Al Nahdlah Islamic Boarding School, Prof Dr KH Asrorun Niam Sholeh mengatakan, setiap individu santri memiliki keistimewaan masing-masing.

Ini disampaikan dalam Haflah Akhirussanah Al Nahdlah Islamic Boarding School tahun ajaran 2023/24 di Gedung Pemuda, Pesantren Al Nahdlah, Depok, pada Ahad (23/06/2024) lalu.

“Setiap kita terlahir dengan keistimewaannya, dengan fitrah yang bersifat berbeda dan unik antara yang satu dengan yang lain,” terangnya.

Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) bidang Fatwa ini mengutip sebuah hadis Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah RA berikut:

كلُّ مولودٍ يولَدُ على الفطرةِ فأبواه يُهوِّدانِه أو يُنصِّرانِه أو يُمجِّسانِه

Artinya: Setiap manusia terlahir di atas fitrahnya. Maka, kedua orang tuanya-lah yang membuatnya menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi.

KH Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, secara potensial semua orang memiliki fitrah atau keistimewaan berperilaku baik serta mudah menerima pengetahuan. Namun, tidak semua fitrah yang sifatnya potensial itu mampu diubah menjadi aktual.

“Fitrah kita adalah fitrah orang baik. Fitrah kita adalah mudah menerima ilmu pengetahuan. Tetapi tidak semua fitrah yang diciptakan oleh Allah Swt bisa diaktualkan oleh masing-masing individu,” bebernya.

Menurut ulama kelahiran Nganjuk ini, keberhasilan seseorang untuk mengaktualkan keistimewaan yang potensial itu dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama adalah kedua orang tua.

“Kedua orang tua sebagai al-madrasah al-ula akan menentukan apakah anak yang punya potensi baik itu memiliki kebaikan yang aktual,” ujarnya.

Dalam pandangan KH Asrorun Niam Sholeh, Orang tua tidak hanya mengambil peran penting dengan cara memberikan teladan bagi anak-anaknya. Lebih dari itu, mereka juga harus bisa menempatkan anak-anaknya di lembaga pendidikan yang tepat. Inilah yang kedua.

“Ibarat benih unggul, tidak semuanya bisa tumbuh dengan baik, sangat tergantung di mana benih tersebut disemai,” ungkapnya.

Apabila benih unggul disemai di tanah yang subur, ia akan tumbuh dengan maksimal. Sebaliknya, apabila disemai di tanah yang tandus, ia tidak bisa tumbuh dengan maksimal.

Di samping orang tua dan lembaga Pendidikan yang tepat, hal ketiga yang mempengaruhi keberhasilan anak dalam mengaktualkan potensinya adalah pendidik yang diibaratkan sebagai petani.

“Bapak dan ibu sudah pada satu trek menempatkan benih unggul di tanah yang subur. (Itu) belum cukup. Bagaimana petaninya punya kemampuan dan kepedulian di dalam merawat dan menumbuhkan benih yang unggul tadi,” paparnya.

Seperti petani, para pendidik dalam proses pembelajaran ada kalanya bersikap keras kepada para murid atau santri. Namun, ada kalanya juga mereka bersikap lembut.

“Bisa jadi, ada kalanya keras memberikan tempaan, sebagaimana tanah biar gembur dia cangkul dengan kerasnya. Ada maksud dan tujuannya,” jelasnya.

KH Asrorun Niam Sholeh menambahkan, “ada kalanya keras untuk kepentingan keteladanan dan pendisiplinan. Tetapi ada kalanya bersahabat untuk kepentingan menumbuhkan hubungan social kita.”

Get 30% off your first purchase

X