21 Santri Kelas XII MA Al-Nahdlah Resmi Dinyatakan Lulus

Depok, Al-Nahdlah IBS – Madrasah Aliyah (MA) Al-Nahdlah secara resmi mengumumkan kelulusan santri Kelas XII MA Al-Nahdlah pada Senin (5/5/2025) pagi.

Pengumuman kelulusan ini dilakukan secara bersamaan dengan upacara pelepasan santri Kelas 9 MTs Al-Nahdlah dan santri kelas 12 MA Al-Nahdlah.

Untuk diketahui, kelulusan 21 santri Kelas XII MA Al-Nahdlah dinyatakan pada Surat Keputusan Nomor 042.15.4/SK/MA Al-Nahdlah/V/2025 yang ditandatangani oleh Kepala MA Al-Nahdlah Rochman Hakim, S Pd, M Han.

Terdapat enam syarat kelulusan yang harus dipenuhi oleh para santri, antara lain:

Pertama, menyelesaikan seluruh mata pelajaran selama enam semester. Kedua, meraih minimal predikat B pada nilai seluruh mata pelajaran selama enam semester

Ketiga, menyelesaikan laporan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Keempat, menyelesaikan sidang terbuka Qiroatul Kutub

Kelima, memperoleh syahadah Qiroati siswa (bagi yang belajar di Al-Nahdlah selama tiga tahun) atau syahadah Qiroati guru (bagi yang belajar di Al-Nahdlah selama enam tahun). Keenam, menyelesaikan target hafalan Al-Qur`an sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Mengacu pada persyaratan-persyaratan tersebut, diputuskan bahwa sebanyak 16 santri lulus murni dan lima santri lulus bersyarat.

Bagi santri yang dinyatakan lulus murni, mereka dipersilahkan mengambil Surat Keterangan Lulus (SKL) dari sekolah. Sedangkan bagi santri yang dinyatakan lulus bersyarat, mereka masih harus memenuhi persyaratan yang masih kurang.

“Apabila belum menyelesaikan persyaratan yang telah disebutkan, maka lima santri tersebut tidak diperkenankan untuk mengambil SKL,” tegas Hakim.

Pengumuman SNBP 2025, Satu Santri MA Al-Nahdlah Diterima di Universitas Padjajaran

Depok, Al-Nahdlah IBS – Kabar gembira datang dari MA Al-Nahdlah. Salah seorang santri Kelas XII bernama Nurul Safiqri berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Sesuai dengan hasil SNBP 2025 yang resmi diumumkan pada Selasa (18/3/2025) kemarin, santri yang akrab dipanggil Fiqri tersebut dinyatakan lolos seleksi dan diterima di Program Studi (Prodi) Perikanan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.

Sebagaimana dilansir Antara, jumlah peminat Prodi Perikanan Unpad pada 2025 ini adalah 273 peminat. Sedangkan daya tampungnya adalah sebanyak 110 kursi.

Prodi yang telah ada sejak 1965 dan menjadi cikal bakal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad ini telah mengantongi Akreditasi A dari BAN-PT.

Saat diwawancarai oleh tim media Pesantren Al-Nahdlah, Fiqri mengaku bahwa pada awalnya ia tidak berharap bisa diterima di Prodi Perikanan Unpad.

“Karena awalnya saya mengincar UIN. Tapi, setelah diterima saya senang banget. Alhamdulillah bersyukur kepada Allah,” ungkapnya.

Meski demikian, bukan berarti Fiqri memilih Prodi Perikanan Unpad tanpa pertimbangan apapun. Ia memilih Prodi tersebut karena memiliki latar belakang menjadi pembudidaya ikan laut.

“Saya punya penangkaran ikan kerapu di kampung, ikan-ikan laut gitu, sih,” tuturnya.

Santri asal Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu ini berharap, ia bisa belajar banyak di bangku kuliah dan mengembangkan pengetahuannya.

“Semoga masih nyambung dengan yang saya pelajari sejak kecil, karena yang saya tahu hanya memberi makan ikan, merawat ikan. Semoga pengetahuan saya bisa berkembang,” ujarnya.

Fiqri berpesan kepada teman-temannya yang masih akan berjuang mendapatkan PTN untuk tetap semangat. Tak lupa, ia juga mendoakan mereka bisa lolos di jalur-jalur seleksi berikutnya.

“Jangan patah semangat, jangan down, karena masih banyak jalur-jalur lain. Semoga semuanya nanti diterima di PTN,” terangnya.

Fiqri berterima kasih kepada kedua orang tuanya dan para guru atas semua dukungan yang telah mereka berikan.

“Untuk orang tua saya, terima kasih telah memberikan dukungan, baik dukungan material, emosional, maupun spiritual. Dan untuk para guru, terima kasih atas doa-doanya,” ucapnya.

Sebagai informasi, MA Al-Nahdlah mendaftarkan sembilan santri Kelas XII masuk PTN lewat jalur SNBP 2025. Sayangnya, delapan santri lainnya tidak berhasil lolos lewat jalur ini.

Selanjutnya, sebanyak 20 santri kelas XII MA Al-Nahdlah akan menunggu pengumuman hasil SPAN-PTKIN pada 27 Maret 2025 mendatang.

Persiapan Masuk PTN, Santri Kelas 12 MA Al-Nahdlah Ikut Bimbingan Konseling

Depok, Al-Nahdlah IBS – 21 Santri Kelas XII MA Al-Nahdlah mengikuti bimbingan konseling dalam rangka persiapan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pada Kamis-Jumat (20-21/2/2025) kemarin.

Bimbingan yang difasilitasi oleh LBB Bintang Pelajar ini dilaksanakan di Gedung Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Pesantren Al-Nahdlah. Bimbingan ini merupakan bagian dari Program Beasiswa Santri Baznas 2024.

Guru Bimbingan Konseling (BK) LBB Bintang Pelajar Aisyah Rahmawati yang menjadi konselor pada bimbingan ini mengatakan, para santri sudah memiliki banyak informasi seputar program studi maupun kampus pilihan mereka. Hanya saja, kebanyakan dari mereka masih belum bisa mencapai target passing grade yang dipatok oleh kampus.

“Kebanyakan, siswa masih belum bisa mencapai passing gradenya. Jadi, banyak dari mereka itu berkonsultasi tentang cara belajar, cara bisa mengerjakan try out. Itu kebanyakan kendala yang mereka alami,” terangnya saat diwawancarai oleh tim Media Pesantren Al-Nahdlah.

Lebih lanjut, perempuan yang akrab dipanggil Kak Aisyah oleh para santri ini menuturkan bahwa sebagian santri masih kesulitan untuk menyisihkan waktu untuk belajar di sela-sela padatnya kegiatan di Pesantren.

“Sehingga, mereka merasa waktu belajar mereka hanya pada saat bimbel di kelas saja,” ujarnya.

Namun, menurut Kak Aisyah, itu hanya dialami oleh sebagian santri saja. Adapun sebagian yang lain sudah pandai mengatur waktu dan menyisihkan waktu khusus untuk belajar.

“(Sebagian) mereka menyempatkan waktu khusus untuk belajar. Alhamdulillah nilai try out-nya meningkat,” paparnya.

Selain mendengarkan cerita para santri, Kak Aisyah juga tidak lupa untuk memberikan nasehat dan motivasi kepada mereka.

“Perbanyak latihan lagi, dan ketika pengerjaan try out harus fokus mengerjakan soal,” tegasnya.

Kak Aisyah menambahkan, “saya juga sudah memberikan nasehat dan motivasi, agar ketika mereka mendapat kesempatan untuk memegang gadget, manfaatkan dengan baik (untuk belajar).”

Selain bimbingan konseling, Program Beasiswa Santri Baznas 2024 bagi santri Kelas XII MA Al-Nahdlah ini juga mencakup Kegiatan Pembelajaran (KP) Pendampingan SNBT yang berupa bimbingan belajar setiap akhir pekan dan try out SNBT.

Get 30% off your first purchase

X