Penutupan Sidang Laporan Karya Tulis Ilmiah, 21 Santri Kelas 12 MA Al-Nahdlah Dinyatakan Lulus

Depok, Al-Nahdlah IBS – Sidang Laporan Karya Tulis Ilmiah (KTI) kelas 12 Madrasah Aliyah Al-Nahdlah resmi ditutup pada Kamis (20/2/2025) siang. Acara penutupan digelar di Gedung Pemuda Pesantren Al-Nahdlah.

Sidang Laporan KTI berlangsung selama tiga hari sejak Selasa (19/2/2025). Dalam sidang ini, 21 santri kelas 12 mempertanggungjawabkan hasil penelitian yang telah mereka lakukan sejak Oktober 2024 di hadapan dewan penguji. Hasilnya, mereka semua berhasil lulus dengan catatan harus melakukan sejumlah revisi.

Direktur Pendidikan Pesantren Al-Nahdlah Ustadz Rosyidin Effendi, SQ, MA mengatakan, penulisan KTI ini merupakan bagian dari upaya menjaga dan mengembangkan tradisi menulis di Pesantren Al-Nahdlah.

“Oleh karena itu, ke depannya KTI ditugaskan bagi kelas 11. Dan kelas 10 harus sudah mulai mencari topik penelitian sejak saat ini,” ujarnya.

Menurut Ustadz Rosyidin, tradisi menulis menjadi penting untuk saat ini. Bahkan, ia menyebut bahwa ungkapan ‘ilmu itu di dalam dada, bukan di dalam tulisan’ sudah tidak relevan saat ini.

“Ilmu itu tidak hanya disimpan di dalam dada, tapi juga harus dituangkan melalui tulisan,” tegasnya.

Sementara itu, perwakilan Kelas 12 Intan Akmala Beauty membagikan pengalaman selama mengerjakan KTI. Ia mengaku sempat kesulitan di awal proses pengerjaan.

“Di awal pengerjaan saya kesulitan, dan itu juga dirasakan oleh semua teman-teman kelas 12,” bebernya.

Namun, berkat bimbingan dari para guru serta kemauan mereka untuk saling berbagi informasi, mereka akhirnya mampu menyelesaikannya.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Kelas 11 Topiqurrahman yang turut menyaksikan prosesi sidang laporan memberikan apresiasi kepada kakak kelasnya.

“Keren banget kelas 12! Banyak ilmu mahal dari para penguji yang bisa kami (kelas 11) praktekkan saat sidang seminar proposal nanti,” ungkapnya.

Penulisan Karya Tulis Ilmiah menjadi salah satu syarat kelulusan bagi santri MA Al-Nahdlah. Selain itu, penulisan KTI juga diharapkan dapat menjadi sarana mereka melatih kemampuan menulis dan meneliti sebelum masuk ke jenjang perguruan tinggi.

Kasus Gagal Daftar SNBP, Santri MA Al-Nahdlah: Alhamdulillah, di Sini Semua Disiapkan Dengan Baik

Hari itu, ratusan siswa SMA Negeri 1 Mempawah Kalimantan Barat datang ke sekolah untuk berdemo dan meluapkan kekesalan mereka kepada pihak sekolah.

Mereka berdemo usai gagal mendaftar Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) 2025 akibat keteledoran yang dilakukan oleh pihak sekolah. Kasus serupa juga terjadi di beberapa sekolah lainnya.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Detik, kasus siswa gagal daftar SNBP terjadi di SMA Negeri 4 Karawang, SMA Negeri 17 Makassar, SMK Negeri 1 Depok, MAN 1 Lamongan, SMK Negeri 10 Medan, MAN 2 Model Medan, SMA Negeri 2 Cirebon, SMA Negeri 1 Cileunyi, dan SMK Negeri 2 Surakarta.

Ada banyak hal yang menyebabkan siswa gagal mendaftar dan mengikuti SNBP. Mulai dari koordinasi yang buruk antara sekolah dengan para siswa, pengunggahan dokumen yang tidak sesuai dengan ketentuan, hingga sekolah yang gagal melakukan finalisasi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS).

Pendaftaran SNBP di MA Al-Nahdlah

Muhammad Alfatih Panatagama adalah seorang siswa kelas XII MA Al-Nahdlah Depok. Tahun ini, ia terpilih sebagai siswa eligible dan berhak untuk mendaftar dan mengikuti SNBP.

“Saya tahu berita itu (siswa eligible gagal mendaftar SNBP), karena sempat viral,” tuturnya.

Santri yang akrab dipanggil Fatih ini mengaku bersyukur karena kasus serupa tidak terjadi di MA Al-Nahdlah. Ia bersama delapan temannya yang terpilih menjadi siswa eligible telah mendaftarkan diri dan mengikuti SNBP pada Selasa (11/2/2025) lalu.

“Alhamdulillah proses pendaftaran berjalan lancar,” ungkapnya.

Untuk jalur SNBP, Fatih memilih program studi Silvikultur di Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai pilihan pertama dan program studi Hubungan Internasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai pilihan kedua.

Ketika mengetahui berita tentang siswa eligible gagal mendaftar SNBP, Fatih mengaku tidak khawatir sama sekali. Hal itu lantaran pihak MA Al-Nahdlah telah mempersiapkan pendaftaran SNBP dengan sangat baik.

“Ketika berita itu muncul, Alhamdulillah Al-Nahdlah sudah prepare semua, sudah selesai semua pendaftaran-pendaftarannya,” ujarnya.

Berdasarkan penjelasannya, baik wali kelas maupun kepala madrasah rutin melakukan update. Sehingga, kasus seperti keterlambatan pendaftaran maupun kasus lain yang bisa membuat siswa gagal mendaftar SNBP dapat diantisipasi.

MA Al-Nahdlah sendiri selalu berupaya memberikan dukungan yang maksimal kepada para santri kelas XII yang berencana lanjut ke jenjang pendidikan tinggi. Harapannya, dengan dukungan tersebut, mereka bisa masuk ke PTN favorit yang mereka impikan.

Selain memfasilitasi pendaftaran SNBP maupun SPAN-PTKIN (jalur undangan untuk PTKIN), madrasah yang berada di bawah naungan eLSAS Foundation juga memberikan pendampingan Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) kepada para santri secara gratis.

Kegiatan Pembelajaran Pendampingan SNBT MA Al-Nahdlah Resmi Dimulai

Depok, Al-Nahdlah IBS – Santri Kelas 12 MA Al-Nahdlah mengikuti pertemuan perdana Kegiatan Pembelajaran (KP) Pendampingan SNBT MA Al-Nahdlah pada Sabtu (11/1/2025) pagi.

Pertemuan perdana ini menjadi awal dari Kegiatan Pembelajaran Pendampingan SNBT yang akan berjalan hingga April 2025 mendatang.

Suasana hari pertama KP pendampingan SNBT MA Al-Nahdlah

Selama kegiatan tersebut, para santri diajak mempelajari sejumlah materi yang akan diujikan pada saat SNBT nanti.

Materi-materi tersebut di antaranya adalah Tes Potensi Skolastik-Tes Penalaran Umum (TPS-TPU), Tes Potensi Skolastik-Tes Pengetahuan Kuantitatif (TPS-TPK), Literasi Bahasa Inggris, Literasi Bahasa Indonesia, dan Penalaran Matematika.

Penyerahan Modul Kepada Para Santri

Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Bintang Pelajar menyerahkan modul untuk Kegiatan Pembelajaran (KP) Pendampingan SNBT Al-Nahdlah kepada para santri kelas 12 MA Al-Nahdlah.

Penyerahan secara simbolis dilakukan di Gedung Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Al-Nahdlah sesaat sebelum pembelajaran dimulai.

Penyerahan modul pembelajaran secara simbolis.

Pihak LBB Bintang Belajar diwakili oleh Zulfha Nurul yang merupakan mentor untuk materi Literatur Bahasa Inggris.

Sedangkan pihak Pondok Pesantren Al-Nahdlah diwakili oleh santri Kelas XII Intan Akmala Beauty dengan didampingi oleh Wakil Kepala Bidang Kesiswaan Pesantren Al-Nahdlah Muhammad Ihfal Alifi.

Kegiatan Pembelajaran (KP) Pendampingan SNBT Al-Nahdlah ini adalah bagian dari Program Beasiswa Santri Baznas 2024 sebagai hasil kerjasama antara Baznas dengan Al-Nahdlah.

Get 30% off your first purchase

X