Keutamaan Mentraktir Orang Lain Menurut Hadis Nabi

Memberi atau mentraktir makan orang lain, khususnya saudara sesama muslim, memiliki banyak keutamaan. Salah satunya adalah Allah Swt akan menjauhkannya dari api neraka.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Prof Dr KH M Asrorun Niam Sholeh, MA saat mengutip sebuah riwayat dari Abu Hurairah RA berikut:

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص.م. قَالَ: مَنْ أَطْعَمَ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ شَهْوَتَهُ حَرَّمَهُ اللهُ تَعَالىَ عَلىَ النَّارِ

Artinya: Dari Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah Saw bersabda: barangsiapa memberi makan saudaranya muslim keinginannya, niscaya Allah mengharamkan kepadanya api neraka.

“Jadi, kalau ngajak, mentraktir orang, itu pada hakikatnya bukan kepentingan orang yang ditraktir, tapi kepentingan orang yang mentraktir,” terang Kiai Ni’am dalam Kajian Mingguan kitab Nashoihul Ibad, Sabtu (26/10) pagi.

Menurut Pengasuh Pondok Pesantren Al-Nahdlah Depok ini, momen mentraktir orang lain menjadi kesempatan berharga bagi orang yang mentraktir.

“Kesempatan kita untuk berbagi guna menyelamatkan diri dari kobaran api neraka,” tuturnya.

Ketua MUI bidang Fatwa ini melanjutkan, keberadaan orang yang mau ditraktir menjadi keuntungan bagi orang yang mau mentraktir. Sehingga, orang yang mentraktir bisa mewujudkan niat baiknya.

“Beruntunglah kalau masih ada orang yang mau ditraktir, kalau nggak ada yang mau ditraktir? Kan repot,” ujarnya.

Kiai Ni’am melanjutkan, “Sekarang nyari orang yang mentraktir, bukan nyari orang yang ditraktir.”

Selain itu, dalam riwayat lain dari Abdullah bin Amr bin Ash RA, keutamaan orang yang mentraktir dijelaskan lebih rinci.

وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرِ بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص.م. قَالَ: مَنْ أَطْعَمَ أَخَاهُ مِنَ الْخُبْزِ حَتَّى يُشْبِعَهُ وَسَقَاهُ مِنَ المَاءِ حَتَّى يُرْوِيَهُ بَعُدَ مِنَ النَّارِ سَبْعَ خَنَادِقَ كُلُّ خَنْدَقٍ مَسِيْرَةُ سَبْعِ مِائَةِ عَامٍ

Artinya: Dari Abdullah bin Amr bin Ash RA bahwa Rasulullah Saw bersabda: Barangsiapa memberi makan saudaranya berupa roti hingga membuatnya kenyang dan memberi minum hingga dia tidak kehausan, ia dijauhkan dari neraka sejauh tujuh parit. Setiap paritnya sekira perjalanan tujuh ratus tahun.

Berdasarkan hadis tersebut, Kiai Ni’am menerangkan bahwa sebaiknya orang yang ditraktir adalah orang yang memang benar-benar membutuhkan makanan.

“Jadi mentraktirnya itu mentraktir orang yang memang butuh. Kalau mentraktir orang yang nggak butuh, kita beri makanan ternyata nggak dimakan, mubadzir jadinya,” ucapnya.

Menurut Kiai Ni’am, jauhnya jarak dari neraka sebagaimana yang digambarkan oleh riwayat tersebut bermakna orang yang gemar mentraktir saudaranya kelak akan ditempatkan di surga.

“Kita bisa bayangkan, jauh dari api neraka. Kalau jauh dari api neraka di mana tempatnya? Nggak ada tempat yang lain kecuali surga,” tegasnya.

“Jangankan memberi makan orang, memberi makan kucing saja bisa mengantarkan kita masuk surga. Bahkan memberi minum anjing yang sedang kehausan,” pungkasnya.

Prof Dr KH Asrorun Niam Sholeh

KH M Asrorun Niam Sholeh Resmikan Lapangan Multifungsi Al-Nahdlah

Depok, Al-Nahdlah IBS – Pengasuh Pesantren Al-Nahdlah Islamic Boarding School Prof Dr KH M Asrorun Ni’am Sholeh, MA meresmikan lapangan multifungsi Al-Nahdlah dalam upacara peresmian pada Sabtu (7/9/2024) siang.

Lapangan multifungsi ini terletak di komplek Gedung Pusat Pesantren Al-Nahdlah IBS. Nantinya, lapangan ini dapat digunakan tidak hanya untuk futsal, melainkan juga bulutangkis, bola voli, dan basket.

Kiai Ni’am dalam sambutannya mengajak seluruh keluarga besar Pesantren Al-Nahdlah IBS untuk merawat dan menjaga lapangan multifungsi bersama-sama.

“Karena ini (lapangan multifungsi) menjadi bagian dari prasarana untuk kita manfaatkan bersama,” ujarnya.

Usai menyampaikan sambutan, Kiai Ni’am langsung meresmikan lapangan tersebut. Peresmian ditandai dengan pembacaan basmalah secara bersama-sama oleh seluruh peserta upacara peresmian.

“Dengan bacaan Basmalah, Lapangan Multifungsi Al-Nahdlah hasil revitalisasi, kerjasama dengan PT Pegadaian, pada hari ini saya nyatakan diresmikan,” ucapnya diikuti tepukan tangan para hadirin.

Deputi Bisnis PT Pegadaian Bogor Agus Riyadi yang turut hadir dalam acara peresmian menyampaikan, dirinya berharap lapangan Multifungsi ini membawa dampak positif bagi para santri Al-Nahdlah.

“Melalui sarana olahraga ini diharapkan mereka menjadi positif baik untuk dirinya sendiri, maupun untuk klub, untuk masyarakat, bahkan untuk bangsa,” ungkapnya.

Untuk diketahui, renovasi lapangan Multifungsi Pesantren Al-Nahdlah IBS didukung oleh PT Pegadaian melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Acara peresmian dimeriahkan dengan perlombaan futsal dan bulutangkis antar-santri.

Editor: M. Naufal Hisyam

Ikut Gerakan Aksi Bergizi, Santri Al-Nahdlah Belajar Pola Hidup Sehat dan Bersih

Depok, Al-Nahdlah IBS – Sivitas akademik Pondok Pesantren Al-Nahdlah Islamic Boarding School mengikuti kegiatan Gerakan Aksi Bergizi di Lapangan Gedung Pusat pada Rabu (4/9/2024) pagi.

Berdasarkan surat Nomor PK.05.01/B.II/2212/2024 dari Kementerian Kesehatan RI perihal pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi Serentak Tahun 2024, Dinas Kesehatan Kota Depok menyelenggarakan Gerakan Aksi Bergizi Serentak se-Kota Depok tahun 2024.

Kegiatan Aksi Bergizi Serentak se-Kota Depok ini diselenggarakan di 38 lokasi khusus (Lokus). Pondok Pesantren Al-Nahdlah Islamic Boarding School terpilih menjadi salah satu lokus mewakili Wilayah UPTD Puskesmas Bojongsari.

Santi Lestiarini, S. KM., Petugas Surveilans Puskesmas Kecamatan Bojongsari mengatakan, kegiatan Gerakan Aksi Bergizi merupakan kegiatan tahunan di lingkungan Kementerian Kesehatan. Sasaran dari kegiatan ini adalah anak usia remaja.

“Biasanya anak usia remaja itu masih belum memerhatikan soal gizi, makan sembarangan, apa yang dimakan itu belum tentu padat gizinya,” tuturnya.

Oleh karena itu, di antara tujuan dari Gerakan Aksi Bergizi ini adalah untuk mengedukasi para remaja agar lebih aware terhadap kesehatan mereka dan lebih memerhatikan makanan yang mereka konsumsi.

“Makanya, ini menjadi kegiatan preventif dan promotif dari Dinas Kesehatan Kota Depok untuk menjemput bola. Supaya nanti generasi penerus ini tidak ada masalah pada gizi mereka di kemudian hari,” beber Santi.

Di antara rangkaian kegiatan pada pagi itu adalah para santri putri minum Tablet Tambah Darah bersama-sama. Ini merupakan langkah untuk mencegah penyakit anemia.

“Kasus anemia ini dampak negatifnya banyak banget. Misalnya, jika anemia, maka kalau melahirkan bisa pendarahan, bayi tumbuh prematur, kemudian nanti berpengaruh terhadap kualitas ASI ketika dia menyusui,” terang Santi. “Serta kita bisa melahirkan anak-anak yang anemia juga. Jadi,nggak akan selesai.”

Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum sekaligus Penanggung Jawab kegiatan, Ustadzah Lilih Sholihat, S. Pd., mengungkapkan rasa syukur karena Al-Nahdlah terpilih menjadi salah satu lokasi kegiatan Gerakan Aksi Bergizi ini.

“Alhamdulillah, jadi satu kecamatan itu dipilih satu, dan Kecamatan Bojongsari itu yang dipilih Al-Nahdlah,” ungkapnya.

Ia berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, para santri mampu menerapkan pola hidup sehat dan bersih, serta bebas rokok.

“Harapannya, setelah ikut acara ini, anak-anak bisa menerapkan pola hidup sehat dan bersih, terus bisa terhindar dari rokok,” ujar Ustadzah Lilih.

Kegiatan Gerakan Aksi Bergizi diawali dengan senam bersama, dilanjut dengan santri putri minum tablet tambah darah, lalu seluruh santri makan bersama, dan diakhiri dengan pemaparan materi terkait gizi remaja, pola hidup sehat, serta bebas rokok dan narkoba.

Get 30% off your first purchase

X