KH M Asrorun Niam Sholeh: Al-Nahdlah Didedikasikan untuk Perbaikan Generasi

Depok, Al-Nahdlah – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Nahdlah Prof Dr KH M Asrorun Ni’am Sholeh, MA mengatakan bahwa berdirinya Al-Nahdlah didedikasikan untuk memperbaiki generasi.

“Pada awal Al-Nahdlah berdiri memang didesain dan didedikasikan untuk perbaikan generasi,” ucapnya dalam Launching 20 Tahun Cahaya Al-Nahdlah pada Sabtu (31/01/2026) pagi.

Menurut Kiai Ni’am, untuk meninggalkan generasi yang baik, perlu dilakukan upaya penanaman terlebih dahulu.

“Berdirinya Al-Nahdlah 20 tahun lalu adalah impian dari para pendiri untuk melihat generasi emas pada saatnya nanti,” terangnya.

Ketua Komisi Fatwa MUI ini melanjutkan, sekalipun proses penanaman generasi masa depan yang dilakukan oleh Al-Nahdlah masih berjalan 20 tahun, buah yang dihasilkan sudah mulai terlihat.

“Al-Nahdlah sudah melahirkan dokter, arsitek, desainer, profesional di bidang perpajakan, di bidang pertambangan, hingga melahirkan stand-up komedian,” bebernya.

Ia menambahkan,”Tetapi semua profesi yang diemban oleh alumni al-nahdlah, harus berbasis kepada nilai-nilai Al-Nahdlah yang dipupuk dan ditanamkan sedari awal di dalam proses pendidikan.”

Tidak lupa, Kiai Ni’am memberikan apresiasi kepada para tenaga kependidikan maupun kepengasuhan di Al-Nahdlah atas peran mereka dalam mendidik dan membina para santri.

“Terima kasih kepada para asatidz, para pendamping, para pembimbing, yang sudah menekuni khidmah ‘ilmiyyah, khidmah ijtima’iyyah, secara bersama-sama,” ungkapnya.

Peluncuran agenda 20 Tahun Cahaya Al-Nahdlah ini merupakan awal dari rangkaian peringatan ulang tahun ke-20 tahun Pondok Pesantren Al-Nahdlah. Rencananya, acara puncak akan digelar pada Mei 2026 mendatang.

KH Abdullah Mas’ud: Al-Nahdlah Bagian dari Ruh Perjuangan NU

Depok, Al-Nahdlah IBS – Ketua Yayasan Elsas KH Abdullah Mas’ud mengatakan bahwa Pondok Pesantren Al-Nahdlah adalah bagian dari ruh perjuangan Nahdlatul Ulama (NU).

“Hari ini 31 Januari bertepatan dengan lahirnya organisasi Nahdlatul Ulama. 31 Januari 1926. Al-Nahdlah ini bagian dari ruh perjuangan Nahdlatul Ulama,” ucapnya dalam acara peluncuran ‘20 Tahun Cahaya Al-Nahdlah’ pada Sabtu (31/01/2026) pagi.

Sebagaimana diketahui, peluncuran rangkaian kegiatan peringatan 20 tahun kelahiran Al-Nahdlah hari ini berbarengan dengan perayaan satu abad NU.

“NU lahir memberikan solusi bagi masyarakat, bagi warga negara Indonesia,” tutur Kiai Mas’ud.

Ia menerangkan, banyak peristiwa bersejarah yang menghiasi perjalanan ormas Islam yang didirikan di Surabaya tersebut. Salah satunya adalah Resolusi Jihad yang lahir pada 22 Oktober 1945.

“Hari ini bukan lagi Resolusi Jihad yang dikobarkan oleh NU, tapi resolusi peradaban,” ujar Kiai Mas’ud.

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan ini menceritakan satu memori pada saat pendirian Al-Nahdlah yang terekam dalam ingatannya.

“Jadi, pada saat peresmian Al-Nahdlah, tertulis jelas slogan ‘Momentum Membangun Peradaban’. Saya masih ingat,” bebernya.

Menurut Kiai Mas’ud, hal itu menunjukkan bahwa membangun peradaban merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Al-Nahdlah.

“Oleh karena itu, hari ini kita hadir di tempat ini untuk mengenang kembali (bahwa) awal berdirinya pesantren Al-Nahdlah ini (adalah) untuk mengemban misi peradaban,” paparnya.

Kiai Mas’ud berharap Al-Nahdlah dapat terus melahirkan kader-kader yang mampu mewarnai perjalanan bangsa Indonesia.

“Hari ini, sudah mulai terlihat alumni Al-Nahdlah berperan di berbagai bidang, di posisi masing-masing. Ada yang menjadi pimpinan organisasi pelajar Nasional,” jelasnya.

Upacara simbolis peluncuran rangkaian acara “20 Tahun Cahaya Al-Nahdlah”

Untuk diketahui, peluncuran ‘20 Tahun Cahaya Al-Nahdlah’ menjadi permulaan rangkaian acara peringatan 20 tahun kelahiran pesantren yang berdiri pada 2006 ini. Rencananya, acara puncak peringatan akan digelar pada Mei 2026 mendatang.

KH M Asrorun Ni’am Sholeh Jelaskan Alasan Guru Harus Terus Mengembangkan Diri

Depok, Al-Nahdlah IBS – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Nahdlah KH M Asrorun Ni’am Sholeh, MA mengatakan bahwa seorang guru adalah sumber belajar dalam sebuah proses pembelajaran.

“Kita (guru) yang berinteraksi dengan santri, dengan peserta didik, adalah sumber belajar,” ujarnya dalam Rapat Kerja Pondok Pesantren Al-Nahdlah pada Rabu (9/7/2025) pagi.

Kiai Niam melanjutkan, di dalam proses pendidikan yang terintegrasi sebagaimana yang dipraktekkan di Al-Nahdlah, suatu waktu seorang guru menjadi sumber belajar. Namun di waktu lain guru yang belajar.

Hal ini adalah sebuah keniscayaan karena Al-Nahdlah mengadopsi konsep pendidikan Islam, yakni pembelajaran sepanjang hayat.

“Tidak boleh orang hanya berhenti pada satu titik. Misalnya, hanya sebagai pengajar, atau hanya sebagai pelajar. Saat kita mengajar pun seharusnya kita juga belajar,” jelasnya.

Menurut Ketua MUI Bidang Fatwa ini, pemahaman atas konsep pembelajaran sepanjang hayat meniscayakan adanya komitmen seorang guru untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

Continous improvement, atau komitmen untuk mengembangkan diri secara terus-menerus,” ulasnya.

Di samping pengembangan pada aspek substantif, yang tidak kalah penting adalah pengembangan pada aspek administratif serta aspek metodologis.

“Aspek administratif dan metodologis itu juga dinamis, kita harus selalu update. Jangan sampai ketika membuat konsideran SK, undang-undangnya sudah dicabut, sudah tidak berlaku,” singgung Kiai Niam.

Ia melanjutkan, “Smart TV di tangan smart teacher itu manfaatnya menjadi berlipat ganda, (misalnya) untuk mengakselerasi proses pembelajaran.”

Dalam pandangan Kiai Niam, teknologi canggih yang disediakan untuk proses pembelajaran tidak akan berguna ketika guru tidak memiliki kemampuan untuk mengoperasikannya.

“Teknologi itu memudahkan proses pembelajaran serta memperbanyak sumber belajar. Untuk mewujudkan itu, hal pertama yang perlu kita lakukan adalah mengupgrade diri,” terangnya.

Bagi seorang guru, pengembangan diri menjadi penting agar tidak ada pandangan negatif yang muncul dari para santri atau peserta didik serta demi menjaga kredibilitas guru di depan mereka.

“Mereka akan bilang, ‘oh, guru tidak update, nih.’. Atau ketika guru menyampaikan informasi, dan setelah peserta didik mencari, mereka menemukan bahwa informasi yang kita sampaikan adalah informasi yang keliru, akhirnya muncul ketidakpercayaan peserta didik kepada kita,” bebernya.

Sebagai informasi, Rapat Kerja Pondok Pesantren Al-Nahdlah tahun ini mengangkat tema “Mewujudkan Madrasah Masa Depan, Maju dalam Teknologi, Bermutu dalam Layanan, Mendunia dalam Prestasi”.

Many users simply type anabolic-steroids online to find their next stack.

Get 30% off your first purchase

X