Wujudkan Peningkatan Mutu Pendidikan, MTS Al-Nahdlah Gelar Rapat Pembinaan GTK

Depok, Al-Nahdlah IBS – Madrasah Tsanawiyah (MTS) Al-Nahdlah menggelar Rapat Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) bersama Pengawas Madrasah pada Rabu (15/1/25) siang.

Rapat yang digelar di Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Al-Nahdlah ini bertujuan untuk mewujudkan peningkatan mutu pendidikan di MTS Al-Nahdlah.

GTK MTS Al-Nahdlah mengikuti Rapat Pembinaan

Pada kesempatan ini, MTS Al-Nahdlah mengundang Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Depok Asep Edwin Zulhaidir untuk menjadi fasilitator.

Kepala MTS Al-Nahdlah Nyai Hj Lia Zahiroh dalam sambutannya menjelaskan kinerja-kinerja yang telah dilaksanakan oleh madrasah yang dipimpinnya, khususnya pada semester genap yang baru berjalan ini.

Di antaranya adalah madrasah yang berlokasi di Kelurahan Pondok Petir ini sudah membuka penerimaan santri/siswa baru untuk tahun ajaran 2025-2026 mendatang.

Selain itu, para dewan guru juga telah melaksanakan Rapat Kerja Semester Genap tahun ajaran 2024-2025 pada awal Januari ini.

Selanjutnya, memasuki sesi pembinaan, Asep Edwin Zulhaidir menerangkan bahwa guru harus menyertakan hati dalam proses pembelajaran.

Ia juga memberikan sejumlah saran yang dapat dilakukan oleh para guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas.

Misalnya, guru dapat memanfaatkan aplikasi pendukung pembelajaran seperti Mentimeter, Classpoint, dan semacamnya.

Asep juga mengingatkan para guru agar senantiasa belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Baginya, ketika guru yang merupakan seorang pendidik sekaligus pembelajar itu sudah mulai malas belajar, hal itu akan menjadi sesuatu yang sangat berbahaya.

Pewarta foto: Taufik Nur Rohman/Elsas Production

Beasiswa Baznas MA Al-Nahdlah

Santri Kelas 12 MA Al-Nahdlah Ikuti Sosialisasi Jalur Masuk PTN

Depok, Al-Nahdlah IBS – Santri Kelas XII MA Al-Nahdlah mengikuti rangkaian Program Beasiswa Santri Baznas 2024 pada Rabu (8/1/2025) siang di Gedung Balai Latihan Kerja Komunitas Pesantren Al-Nahdlah, Depok.

Santri Kelas XII MA Al-Nahdlah. Foto: M. Naufal Hisyam/Al-Nahdlah IBS

Pada kesempatan ini, mereka menyimak pemaparan dari tim Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Bintang Pelajar mengenai Informasi Jalur Masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dan Manajemen Penanganan Kelas XII.

Pemaparan tentang Informasi Jalur Masuk PTN meliputi penyajian daftar PTN di Indonesia, daftar jalur masuk PTN, serta jadwal pelaksanaan tes pada masing-masing jalur.

Setidaknya ada tujuh jalur masuk PTN di 2025, antara lain: Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), Seleksi Mandiri Masuk PTN (SMM-PTN) Barat, Jalur Mandiri PTN, dan Seleksi Sekolah Kedinasan atau Perguruan Tinggi Negeri Kedinasan.

Selanjutnya, para santri menerima hasil Tes Diagnostik yang telah mereka ikuti pada 24 Desember 2024 lalu. Hasil tes tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi mereka dalam memilih jurusan/program studi saat mendaftar ke PTN nanti.

Bimbingan dan Konseling Bintang Pelajar Aisyah Rahmawati mengatakan, jika santri masih kebingungan dalam menentukan pilihan, maka mereka dapat berkonsultasi dengan Bagian Konseling di Bintang Pelajar.

“Teman-teman punya kesempatan untuk berkonsultasi, kurang lebih selama 30-60 menit,” ujar Aisyah.

Kepala MA Al-Nahdlah Rochman Hakim menegaskan, para santri kelas XII harus memanfaatkan kesempatan mengikuti program persiapan masuk PTN bersama LBB Bintang Pelajar dengan maksimal.

“Semua sudah disediakan, jadi kalian harus menunjukkan keseriusan kalian jika ingin masuk ke PTN impian,” katanya.

Salah seorang santri Kelas XII Intan Akmala Beauty mengaku bahwa dirinya cukup terbantu dengan hasil Tes Diagnostik yang ia terima.

“Cukup terbantu. Jika sebelumnya saya tidak ada bayangan untuk memilih jurusan apa nantinya, sekarang jadi ada bayangan,” ungkapnya.

Selain itu, pada pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Cabang Bintang Pelajar Villa Dago Fajar Rianto ini, santri Kelas XII MA Al-Nahdlah juga diajak berkenalan dengan para mentor yang akan mendampingi mereka selama program yang akan dilaksanakan mulai Januari hingga April nanti.

Rapat Anggota Komisariat IPNU IPPNU

IPNU-IPPNU Komisariat Al-Nahdlah Gelar Rapat Anggota Komisariat dan Pemilu Raya

Depok, Al-Nahdlah IBS – Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Komisariat Al-Nahdlah menggelar Rapat Anggota Komisariat (RAK) dan Pemilu Raya. Acara ini dibuka pada Ahad (17/11) di Gedung Pemuda, Pondok Pesantren Al-Nahdlah, Depok.

Ketua Pelaksana RAK masa khidmat 2023-2024 Intan Akmala Beauty mengatakan, acara ini menjadi wadah bagi para anggota untuk menyuarakan aspirasinya. Seluruh aspirasi mereka akan menjadi pertimbangan bagi kepengurusan periode selanjutnya.

“Untuk kegiatan hari ini, semoga kalian bisa memberikan suara yang terbaik untuk kemajuan IPNU-IPPNU (periode) selanjutnya,” ujar Intan.

Ia berharap, para peserta RAK dapat berkontribusi aktif dalam diskusi yang berlangsung selama jalannya forum.

Sementara itu, Ketua IPNU masa khidmat 2023-2024 Muhammad Alfatih Panatagama menjelaskan, IPNU-IPPNU merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang menjadi wadah bagi para pelajar NU untuk mengembangkan diri. Pengembangan diri itu salah satunya bisa dilakukan lewat RAK.

“Di sini, kita akan belajar bagaimana alur sidang berjalan, bagaimana sidang itu dilaksanakan,” terangnya.

RAK tahun ini bertema “Jangan Hidup dari Organisasi, Tapi Hidupilah Organisasi”. Fatih menjelaskan tema tersebut sembari mengutip perkataan pendiri NU, Hadratus Syekh M Hasyim Asy’ari.

“Hadratus Syekh KH. M. Hasyim Asy’ari pernah berkata, ‘barangsiapa menghidupi Nahdlatul Ulama, maka aku anggap dia muridku. Dan barangsiapa yang aku anggap murid, aku akan doakan husnul khotimah beserta anak cucunya’,” tuturnya.

Pembina IPNU-IPPNU Komisariat Al-Nahdlah Ustadz M Ihfal Alifi menerangkan, RAK dan Pemilu Raya tidak hanya menjadi sarana bagi para anggota untuk menentukan pemimpin ke depan, melainkan juga sebagai ajang evaluasi atas kinerja pemimpin sebelumnya.

“Rapat Anggota Komisariat dan Pemilu Raya ini menjadi salah satu sarana untuk kita bersama menentukan siapa yang layak kita pilih sebagai seorang pemimpin,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Tetapi dalam proses pergantian, semua yang telah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya itu perlu dilakukan evaluasi.”

Bagi Ustadz Ihfal, IPNU-IPPNU tidak hanya menjadi wadah untuk mengasah skill kepemimpinan, melainkan juga sebagai ladang bagi para anggota untuk mengamalkan ilmu.

“IPNU-IPPNU menjadi salah satu wadah bagi kita untuk belajar. Tidak hanya mengasah skill kepemimpinan, tetapi juga bagaimana kita bisa mengamalkan ilmu yang didapatkan di pesantren. Sebagai bentuk khidmat, sebagai bentuk pelayanan kita untuk agama,” tegasnya.

Rapat Anggota Komisariat (RAK) merupakan forum tertinggi di level Komisariat IPNU-IPPNU. Acara ini menjadi awal dari seluruh rangkaian proses pergantian kepengurusan di dalam IPNU-IPPNU.

Tahun ini, RAK dan Pemilu Raya akan berlangsung pada Ahad-Senin, 17-18 November 2024. Ada tiga nama kandidat Ketua IPNU masa khidmat 2024-2025, yaitu M Ghiffari Azhar, Daffag Zainal Abidin, dan Tofiqur Rahman.

Sementara itu, tiga nama yang menjadi kandidat Ketua IPPNU masa khidmat 2024-2025 adalah Azka Fariha Annadhira, Zahra Keisha Abida, dan Salwa Muthia. Seluruh kandidat tersebut merupakan santri kelas XI MA Al-Nahdlah.

Get 30% off your first purchase

X