Haflah At-Takharruj 2025, Ini Pesan KH Abdullah Mas’ud Kepada Para Santri

Depok, Al-Nahdlah IBS – Pondok Pesantren Al-Nahdlah menggelar acara Haflah At-Takharruj santri Kelas IX MTs Al-Nahdlah dan Kelas XII MA Al-Nahdlah pada Senin (12/5/2025) pagi.

Acara yang menjunjung tema “Santri Berdaya, Umat Berjaya: Dari Pesantren Menuju Perubahan Dunia” ini dilaksanakan di Gedung Pemuda Pondok Pesantren Al-Nahdlah.

Sebanyak 26 santri dari Kelas IX MTs (12 putra, 14 putri), dan 21 santri dari Kelas XII MA (7 putra, 14 putri) diwisuda di hadapan orang tua mereka pada Haflah at-Takharruj tahun.

Acara dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Nahdlah Prof Dr KH M Asrorun Niam Sholeh, Ketua Yayasan eLSAS Foundation KH Abdullah Mas’ud, Kepala Kepengasuhan KH Miftahul Huda, serta seluruh jajaran pengurus yayasan, dewan guru dan pembina asrama.

Acara dimulai dengan lantunan shalawat oleh tim hadrah Al-Nahdlah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, serta penampilan dari tim tari Al-Nahdlah.

Ketua Yayasan eLSAS Foundation KH Abdullah Mas’ud dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para santri yang diwisuda.

“Saya menyampaikan selamat kepada para santri yang hendak diwisuda,” buka Kyai Mas’ud.

Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan ini juga berpesan kepada para santri yang diwisuda untuk selalu istiqomah menjalankan ilmu-ilmu yang sudah diajarankan di pesantren.

KH Abdullah Mas’ud. Foto: M Fadhlillah

“Pertama, saya berpesan semoga Anak-anak bisa mengamalkan dan mengaplikasikan apa yang sudah didapat di pesantren ini,” ujarnya.

Selanjutnya, Kyai Mas’ud berharap para santri mampu melanjutkan berbagai keistiqomahan yang telah dibiasakan saat di pesantren.

“Kedua, semoga kalian bisa istiqomah mendawamkan apa yang diajarkan di pesantren ini, nilai nilai, karakter baik, kebiasaan yang sudah ditanamkan di pesantren jangan sampai ditinggalkan.”

Terakhir, Kyai Mas’ud berpesan agar para santri tetap menyambung silaturrahmi dengan pesantren, terutama dengan para guru yang pernah mendidik mereka.

“Terus jaga hubungan baik dengan pesantren, halaqah ruhiyah antara santri dengan kyai, murid dengan guru, ini yang harus kalian jaga, karena ini yang akan mengantarkan keberkahan kalian,” tegasnya.


Editor: M. Naufal Hisyam

21 Santri Kelas XII MA Al-Nahdlah Resmi Dinyatakan Lulus

Depok, Al-Nahdlah IBS – Madrasah Aliyah (MA) Al-Nahdlah secara resmi mengumumkan kelulusan santri Kelas XII MA Al-Nahdlah pada Senin (5/5/2025) pagi.

Pengumuman kelulusan ini dilakukan secara bersamaan dengan upacara pelepasan santri Kelas 9 MTs Al-Nahdlah dan santri kelas 12 MA Al-Nahdlah.

Untuk diketahui, kelulusan 21 santri Kelas XII MA Al-Nahdlah dinyatakan pada Surat Keputusan Nomor 042.15.4/SK/MA Al-Nahdlah/V/2025 yang ditandatangani oleh Kepala MA Al-Nahdlah Rochman Hakim, S Pd, M Han.

Terdapat enam syarat kelulusan yang harus dipenuhi oleh para santri, antara lain:

Pertama, menyelesaikan seluruh mata pelajaran selama enam semester. Kedua, meraih minimal predikat B pada nilai seluruh mata pelajaran selama enam semester

Ketiga, menyelesaikan laporan Karya Tulis Ilmiah (KTI). Keempat, menyelesaikan sidang terbuka Qiroatul Kutub

Kelima, memperoleh syahadah Qiroati siswa (bagi yang belajar di Al-Nahdlah selama tiga tahun) atau syahadah Qiroati guru (bagi yang belajar di Al-Nahdlah selama enam tahun). Keenam, menyelesaikan target hafalan Al-Qur`an sesuai dengan ketentuan yang berlaku

Mengacu pada persyaratan-persyaratan tersebut, diputuskan bahwa sebanyak 16 santri lulus murni dan lima santri lulus bersyarat.

Bagi santri yang dinyatakan lulus murni, mereka dipersilahkan mengambil Surat Keterangan Lulus (SKL) dari sekolah. Sedangkan bagi santri yang dinyatakan lulus bersyarat, mereka masih harus memenuhi persyaratan yang masih kurang.

“Apabila belum menyelesaikan persyaratan yang telah disebutkan, maka lima santri tersebut tidak diperkenankan untuk mengambil SKL,” tegas Hakim.

Pengumuman SNBP 2025, Satu Santri MA Al-Nahdlah Diterima di Universitas Padjajaran

Depok, Al-Nahdlah IBS – Kabar gembira datang dari MA Al-Nahdlah. Salah seorang santri Kelas XII bernama Nurul Safiqri berhasil masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Sesuai dengan hasil SNBP 2025 yang resmi diumumkan pada Selasa (18/3/2025) kemarin, santri yang akrab dipanggil Fiqri tersebut dinyatakan lolos seleksi dan diterima di Program Studi (Prodi) Perikanan Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.

Sebagaimana dilansir Antara, jumlah peminat Prodi Perikanan Unpad pada 2025 ini adalah 273 peminat. Sedangkan daya tampungnya adalah sebanyak 110 kursi.

Prodi yang telah ada sejak 1965 dan menjadi cikal bakal Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Unpad ini telah mengantongi Akreditasi A dari BAN-PT.

Saat diwawancarai oleh tim media Pesantren Al-Nahdlah, Fiqri mengaku bahwa pada awalnya ia tidak berharap bisa diterima di Prodi Perikanan Unpad.

“Karena awalnya saya mengincar UIN. Tapi, setelah diterima saya senang banget. Alhamdulillah bersyukur kepada Allah,” ungkapnya.

Meski demikian, bukan berarti Fiqri memilih Prodi Perikanan Unpad tanpa pertimbangan apapun. Ia memilih Prodi tersebut karena memiliki latar belakang menjadi pembudidaya ikan laut.

“Saya punya penangkaran ikan kerapu di kampung, ikan-ikan laut gitu, sih,” tuturnya.

Santri asal Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu ini berharap, ia bisa belajar banyak di bangku kuliah dan mengembangkan pengetahuannya.

“Semoga masih nyambung dengan yang saya pelajari sejak kecil, karena yang saya tahu hanya memberi makan ikan, merawat ikan. Semoga pengetahuan saya bisa berkembang,” ujarnya.

Fiqri berpesan kepada teman-temannya yang masih akan berjuang mendapatkan PTN untuk tetap semangat. Tak lupa, ia juga mendoakan mereka bisa lolos di jalur-jalur seleksi berikutnya.

“Jangan patah semangat, jangan down, karena masih banyak jalur-jalur lain. Semoga semuanya nanti diterima di PTN,” terangnya.

Fiqri berterima kasih kepada kedua orang tuanya dan para guru atas semua dukungan yang telah mereka berikan.

“Untuk orang tua saya, terima kasih telah memberikan dukungan, baik dukungan material, emosional, maupun spiritual. Dan untuk para guru, terima kasih atas doa-doanya,” ucapnya.

Sebagai informasi, MA Al-Nahdlah mendaftarkan sembilan santri Kelas XII masuk PTN lewat jalur SNBP 2025. Sayangnya, delapan santri lainnya tidak berhasil lolos lewat jalur ini.

Selanjutnya, sebanyak 20 santri kelas XII MA Al-Nahdlah akan menunggu pengumuman hasil SPAN-PTKIN pada 27 Maret 2025 mendatang.

Get 30% off your first purchase

X