KH Abdullah Mas’ud: Al-Nahdlah Bagian dari Ruh Perjuangan NU

Depok, Al-Nahdlah IBS – Ketua Yayasan Elsas KH Abdullah Mas’ud mengatakan bahwa Pondok Pesantren Al-Nahdlah adalah bagian dari ruh perjuangan Nahdlatul Ulama (NU).

“Hari ini 31 Januari bertepatan dengan lahirnya organisasi Nahdlatul Ulama. 31 Januari 1926. Al-Nahdlah ini bagian dari ruh perjuangan Nahdlatul Ulama,” ucapnya dalam acara peluncuran ‘20 Tahun Cahaya Al-Nahdlah’ pada Sabtu (31/01/2026) pagi.

Sebagaimana diketahui, peluncuran rangkaian kegiatan peringatan 20 tahun kelahiran Al-Nahdlah hari ini berbarengan dengan perayaan satu abad NU.

“NU lahir memberikan solusi bagi masyarakat, bagi warga negara Indonesia,” tutur Kiai Mas’ud.

Ia menerangkan, banyak peristiwa bersejarah yang menghiasi perjalanan ormas Islam yang didirikan di Surabaya tersebut. Salah satunya adalah Resolusi Jihad yang lahir pada 22 Oktober 1945.

“Hari ini bukan lagi Resolusi Jihad yang dikobarkan oleh NU, tapi resolusi peradaban,” ujar Kiai Mas’ud.

Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tangerang Selatan ini menceritakan satu memori pada saat pendirian Al-Nahdlah yang terekam dalam ingatannya.

“Jadi, pada saat peresmian Al-Nahdlah, tertulis jelas slogan ‘Momentum Membangun Peradaban’. Saya masih ingat,” bebernya.

Menurut Kiai Mas’ud, hal itu menunjukkan bahwa membangun peradaban merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Al-Nahdlah.

“Oleh karena itu, hari ini kita hadir di tempat ini untuk mengenang kembali (bahwa) awal berdirinya pesantren Al-Nahdlah ini (adalah) untuk mengemban misi peradaban,” paparnya.

Kiai Mas’ud berharap Al-Nahdlah dapat terus melahirkan kader-kader yang mampu mewarnai perjalanan bangsa Indonesia.

“Hari ini, sudah mulai terlihat alumni Al-Nahdlah berperan di berbagai bidang, di posisi masing-masing. Ada yang menjadi pimpinan organisasi pelajar Nasional,” jelasnya.

Upacara simbolis peluncuran rangkaian acara “20 Tahun Cahaya Al-Nahdlah”

Untuk diketahui, peluncuran ‘20 Tahun Cahaya Al-Nahdlah’ menjadi permulaan rangkaian acara peringatan 20 tahun kelahiran pesantren yang berdiri pada 2006 ini. Rencananya, acara puncak peringatan akan digelar pada Mei 2026 mendatang.

Evaluasi Belajar Tahap Akhir Al-Qur`an (EBTAQ) Qiroati

7 Santri Al-Nahdlah Jadi Peserta EBTAQ se-Tangsel

Depok, Al-Nahdlah IBS – 7 Santri Pesantren Al-Nahdlah mengikuti Evaluasi Belajar Tahap Akhir Al-Qur`an (EBTAQ) metode Qiroati tingkat Tangerang Selatan pada Sabtu (24/01/2026) siang.

Tujuh santri tersebut terdiri atas tiga santri Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Nahdlah dan empat santri Madrasah Aliyah (MA) Al-Nahdlah.

Dalam evaluasi yang dilaksanakan di Pesantren Takhassus Institut Ilmu Al-Qur`an Pamulang ini, para santri melewati sejumlah rangkain tes. Di antaranya adalah fashohah, tartil, ghorib, tajwid, doa harian, surat pendek, praktek wudlu, dan praktek sholat.

Salah seorang peserta Halwa Nafisa Putri menceritakan, ia sempat merasa deg-degan pada saat mengikuti evaluasi. 

“Kegiatannya seru, meskipun sempat merasa deg-degan,” tutur Halwa.

Peserta lain, Queenta Siti Azzura, mengaku bahwa ia menikmati setiap proses dalam EBTAQ ini. 

“Saya menikmati prosesnya, meskipun sempat gugup saat ujian berlangsung,” ungkapnya.

Adapun tiga santri MTs Al-Nahdlah yang mengikuti EBTAQ kali ini adalah Queenta Siti Azzura (Kelas VIII), Fathan Muhammad Althaf, dan Muhammad Afdan Reihan (Kelas IX).

Sedangkan, empat santri MA Al-Nahdlah adalah Edzar Sandrio Zen, Halwa Nafisa Putri, Silna Farodisa (Kelas XI), dan Daffag Zainal Abidin (Kelas XII).

Editor: Muhammad Naufal Hisyam