Pakar Ushul Fikih Jelaskan Pentingnya Menanamkan Nilai Aswaja pada Anak

Depok, Al-Nahdlah IBS – Pakar Ushul Fikih Prof Dr Syekh Omar Kalash Al-Husainy mengatakan bahwa menanamkan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) pada diri anak adalah hal yang penting.

Hal ini beliau sampaikan saat menghadiri acara Haflah at-Takharruj Pesantren Al-Nahdlah Depok tahun 2025 di Gedung Pemuda Pesantren Al-Nahdlah, Senin (12/5/2025) pagi.

Perjuangan menanamkan nilai-nilai Aswaja ini merupakan kewajiban para pendakwah Aswaja itu sendiri, sebagaimana yang dicontohkan oleh para guru mereka, seperti KH M Hasyim Asy’ari dan Syekh Kholil Bangkalan.

Selain itu, para pendakwah Aswaja juga perlu mempelajari tentang adab dan ilmu, karena dua hal itulah bekal utama mereka sebelum terjun ke masyarakat.

“Kombinasi atau gabungan antara adab dan ilmu ini sangat penting bagi para pendakwah Aswaja,” ujar Syekh Omar.

Mengajarkan adab dan ilmu kepada anak ini telah dicontohkan oleh Luqman al-Hakim saat ia berwasiat kepada anaknya, sebagaimana yang diterangkan dalam Qs Luqman [31].

Selain Syekh Omar, hadir juga Pengasuh Pesantren Al-Nahdlah Depok sekaligus Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat Prof Dr KH M Asrorun Niam Sholeh, MA, Ketua Yayasan eLSAS Foundation sekaligus Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan KH Abdullah Mas’ud, serta Kepala Kepengasuhan Pesantren Al-Nahdlah KH Miftahul Huda, Lc.

Foto: Tim eLSAS Production

Profil Syekh Omar

Prof Dr Syekh Omar Kalash al-Husainy merupakan Profesor bidang Studi Islam dan menjabat sebagai Dekan Baitussa’adah Institute of Islamic Studies, Innovative University College, Malaysia.

Beliau memiliki kepakaran di beberapa bidang keilmuan, seperti Ushul Fikih, Studi Islam, Metode dan Kurikulum Pendidikan, hingga Sejarah Islam di wilayah Asia Tenggara.

Cendekiawan kelahiran Lebanon ini memperoleh gelar Magister dan Doktoral bidang Fikih dan Ushul Fikih dari Universitas Islam Internasional Malaysia (UIIM). Saat ini, beliau berdomisili di Malaysia.

KH M Asrorun Niam Sholeh: Pengasuhan Terbaik Bagi Anak adalah Keteladanan dari Orang Tua

Depok, Al-Nahdlah IBS – Pengasuh Pondok Pesantren Al-Nahdlah Depok Prof Dr KH M Asrorun Niam Sholeh, MA mengatakan, pengasuhan yang terbaik bagi seorang anak adalah keteladanan dari orang tua mereka.

“Meskipun tiga tahun (belajar di Al-Nahdlah) telah terlewati, masih ada tanggung jawab untuk memastikan anak-anak memperoleh hak pendidikan dan pengasuhan secara baik,” ujar Kiai Niam dalam Haflah at-Takharruj 2025 pada Senin (12/5/2025) pagi.

“Dan pengasuhan terbaik itu adalah keteladanan dari orang tua,” sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) ini mengingatkan para orang tua bahwa ketika mereka menempatkan anak-anak di lembaga pendidikan, bukan berarti tanggung jawab mereka selesai.

“Tugas mengasuh dan mendidik anak itu adalah tugas yang melekat pada orang tua,” jelas Kiai Niam.

Beliau menambahkan, “sedangkan, ketika mereka sibuk, lalu menempatkan anak-anak di lembaga pendidikan, maka lembaga itu hanya menjalankan fungsi substitusi yang tidak membuat orang tua bebas dari tanggung jawabnya.”

Sebagai informasi, Pondok Pesantren Al-Nahdlah menggelar Haflah at-Takharruj Kelas IX MTs Al-Nahdlah dan XII MA Al-Nahdlah tahun 2025 di Gedung Pemuda Al-Nahdlah, Depok.

Dalam acara yang bertema “Santri Berdaya, Umat Berjaya: dari Pesantren menuju Perubahan Dunia” tersebut, sebanyak 26 santri Kelas IX MTs Al-Nahdlah dan 21 santri Kelas XII MA Al-Nahdlah diwisuda.

Pewarta Foto: Fadhlillah

Haflah At-Takharruj 2025, Ini Pesan KH Abdullah Mas’ud Kepada Para Santri

Depok, Al-Nahdlah IBS – Pondok Pesantren Al-Nahdlah menggelar acara Haflah At-Takharruj santri Kelas IX MTs Al-Nahdlah dan Kelas XII MA Al-Nahdlah pada Senin (12/5/2025) pagi.

Acara yang menjunjung tema “Santri Berdaya, Umat Berjaya: Dari Pesantren Menuju Perubahan Dunia” ini dilaksanakan di Gedung Pemuda Pondok Pesantren Al-Nahdlah.

Sebanyak 26 santri dari Kelas IX MTs (12 putra, 14 putri), dan 21 santri dari Kelas XII MA (7 putra, 14 putri) diwisuda di hadapan orang tua mereka pada Haflah at-Takharruj tahun.

Acara dihadiri oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al-Nahdlah Prof Dr KH M Asrorun Niam Sholeh, Ketua Yayasan eLSAS Foundation KH Abdullah Mas’ud, Kepala Kepengasuhan KH Miftahul Huda, serta seluruh jajaran pengurus yayasan, dewan guru dan pembina asrama.

Acara dimulai dengan lantunan shalawat oleh tim hadrah Al-Nahdlah, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, serta penampilan dari tim tari Al-Nahdlah.

Ketua Yayasan eLSAS Foundation KH Abdullah Mas’ud dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada para santri yang diwisuda.

“Saya menyampaikan selamat kepada para santri yang hendak diwisuda,” buka Kyai Mas’ud.

Ketua PCNU Kota Tangerang Selatan ini juga berpesan kepada para santri yang diwisuda untuk selalu istiqomah menjalankan ilmu-ilmu yang sudah diajarankan di pesantren.

KH Abdullah Mas’ud. Foto: M Fadhlillah

“Pertama, saya berpesan semoga Anak-anak bisa mengamalkan dan mengaplikasikan apa yang sudah didapat di pesantren ini,” ujarnya.

Selanjutnya, Kyai Mas’ud berharap para santri mampu melanjutkan berbagai keistiqomahan yang telah dibiasakan saat di pesantren.

“Kedua, semoga kalian bisa istiqomah mendawamkan apa yang diajarkan di pesantren ini, nilai nilai, karakter baik, kebiasaan yang sudah ditanamkan di pesantren jangan sampai ditinggalkan.”

Terakhir, Kyai Mas’ud berpesan agar para santri tetap menyambung silaturrahmi dengan pesantren, terutama dengan para guru yang pernah mendidik mereka.

“Terus jaga hubungan baik dengan pesantren, halaqah ruhiyah antara santri dengan kyai, murid dengan guru, ini yang harus kalian jaga, karena ini yang akan mengantarkan keberkahan kalian,” tegasnya.


Editor: M. Naufal Hisyam

Get 30% off your first purchase

X