9 Santri Kelas XII MA Al-Nahdlah Ikuti Pendaftaran SNBP 2025

Depok, Al-Nahdlah IBS – Sembilan santri kelas XII MA Al-Nahdlah mengikuti pendaftaran Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) di Gedung Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Al-Nahdlah pada Selasa (11/2/2025) pagi.

Sembilan santri itu merupakan santri yang berstatus “eligible”. Santri atau siswa eligible adalah mereka yang memenuhi standar atau kriteria tertentu untuk mendaftarkan diri masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) lewat jalur SNBP.

Sembilan santri tersebut, antara lain: M Alfatih Panatagama, Ashila Aurellya, Nurul Safiqri, Intan Akmala Beauty, Karima Zahara, Keysa Zainuny Elrahmi, Maura Aprilla Dwi Pramesti, Aurora Sesha, dan Feyfa Prastawa.

Sebagai informasi, kuota SNBP untuk setiap sekolah/madrasah ditentukan oleh akreditasi masing-masing. Bagi yang memiliki Akreditasi A seperti MA Al-Nahdlah, kuota yang diberikan adalah 40 persen dari jumlah siswa Kelas XII secara keseluruhan.

Salah seorang santri eligible M Alfatih Panatagama mengatakan, ia sangat bersyukur karena berkesempatan untuk mengikuti seleksi masuk PTN lewat jalur SNBP.

“Sangat bersyukur sekali bisa mendaftar (seleksi masuk PTN) lewat jalur ini, yang mana untuk bisa ikut, kami harus melewati seleksi dari madrasah. Dan Alhamdulillah salah terpilih untuk bisa mengukutinya,” tuturnya.

Pada SNBP, santri yang akrab dipanggil Fatih ini memilih Program Studi Silvikultur Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk pilihan pertama. Sedangkan, untuk pilihan kedua, ia memilih Program Studi Hubungan Internasional UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

“Tentu saya berharap saya bisa diterima di salah satu pilihan saya tersebut,” ujarnya.

Fatih menambahkan, “saya juga berharap, dengan saya diterima, saya bisa membuka ‘jalan’ bagi adik-adik kelas saya nanti.”

Santri Kelas 12 MA Al-Nahdlah Ikuti Try Out SNBT II

Depok, Al-Nahdlah IBS – Santri kelas XII MA Al-Nahdlah peserta Program Beasiswa Santri Baznas 2024 mengikuti Try Out SNBT 2025 II pada Ahad (9/2/2025) pagi.

Try Out yang dilaksanakan di Gedung Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Al-Nahdlah ini merupakan salah satu rangkaian dari Kegiatan Pembelajaran (KP) Pendampingan SNBT 2025 yang telah berjalan selama satu bulan.

Sebelumnya, para santri telah mengikuti Try Out SNBT 2025 I pada 19 Januari 2025 lalu. Hasil dari TO I tersebut yang akan menjadi acuan untuk mengetahui perkembangan mereka setelah TO I hingga TO II ini.

Pengawas TO II Fajar Rianto menjelaskan, perbedaan TO I dengan TO II tidak hanya pada soal-soal yang diujikan, melainkan juga target passing grade yang perlu dicapai oleh para santri.

“Kalau di TO I itu targetnya 600, sedangkan TO II ini 650,” jelas Fajar kepada tim media Pesantren Al-Nahdlah.

Kenaikan target tersebut bertujuan untuk mendorong para santri agar mereka meningkatkan usaha dalam belajar maupun dalam mengerjakan soal-soal Try Out.

Sehingga, mereka dapat mencapai target passing grade yang diperlukan untuk masuk ke perguruan tinggi negeri pilihan mereka.

Rencananya, hasil TO II akan dibagikan pada 15 Februari 2025 nanti. Setelah menerima hasil tersebut, para santri diberi kesempatan untuk berkonsultasi dengan bagian Bimbingan Konseling (BK) dari pihak LBB Bintang Pelajar.

Peringatan Isra Miraj 1446 H di Pesantren Al-Nahdlah, Momentum untuk Meningkatkan Kualitas Sholat

Depok, Al-Nahdlah IBS – Pesantren Al-Nahdlah sukses menyelenggarakan Peringatan Isra Miraj 1446 H pada Selasa (28/1/2025) di Gedung Pemuda, Pesantren Al-Nahdlah, Depok.

Kegiatan yang bertema “Generasi Rabbani, Pewaris Ilmu dan Akhlak Nabi” ini diikuti oleh seluruh santri Al-Nahdlah baik putra maupun putri.

Peringatan Isra Miraj 1446 H diawali dengan acara khataman Al-Quran yang dilaksanakan setelah sholat Subuh berjamaah.

Kegiatan dilanjutkan dengan perlombaan antar santri, mulai dari MHQ (Musabaqah Hifdhil Quran), MQK (Musabaqah Qiroatul Kutub), hingga Cerdas Cermat.

Acara Talkshow bersama Pengajar di Pesantren Munzalan Mubarakan Al-Islamiyah Depok Dr. Risfandi, Lc., M. Ag. menjadi puncak peringatan Isra Miraj tahun ini.

Penanggung Jawab kegiatan Ustadz Aditya Rally mengatakan, peringatan Isra Miraj ini jadi momentum bagi para santri untuk merenungkan kembali makna perjalanan luar biasa yang ditempuh oleh Nabi Muhammad Saw ini.

“Kami juga belajar untuk menjadikan sholat sebagai bekal utama dalam menjalani hidup, termasuk dalam kegiatan sehari-hari di pesantren,” jelas Ustadz Aditya kepada tim media Pesantren Al-Nahdlah.

Ia menambahkan, melalui peringatan Isra Miraj ini, para santri diharapkan mampu meningkatkan pemahaman tentang makna sholat serta meningkatkan kualitas sholat mereka.

“Harapannya, santri Al-Nahdlah mampu memahami makna sholat dengan lebih mendalam,” terangnya.

Ia juga menegaskan,”mereka juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas sholat, baik dari segi kekhusyukan maupun keistiqomahan.”

Get 30% off your first purchase

X