Upacara Hari Pramuka, KH Miftahul Huda: Pramuka Harus Didasari Rasa Cinta

Depok, Al-Nahdlah IBS – Kepala Kepengasuhan Pesantren Al-Nahdlah KH Miftahul Huda, Lc mengatakan bahwa kegiatan Pramuka harus didasari dengan rasa cinta dari dalam hati masing-masing, bukan karena terpaksa.

“Pramuka itu harus didasari dengan rasa cinta dari dalam hati,” ujarnya dalam Upacara Peringatan Hari Pramuka di Lapangan Serbaguna Gedung Pusat Al-Nahdlah, Kamis (14/8/2025) pagi.

Menurut Kiai Miftah, menjadi seorang Pramuka sejati dengan menjalankan seluruh Dasa Dharma Pramuka itu berat saat tidak didasari dengan rasa cinta dari dalam hati.

“Tetapi, ketika diawali dari hati yang cinta, dengan tidak terpaksa, tidak karena disuruh, Insya Allah kita akan dimudahkan dalam merealisasikan Dasa Dharma Pramuka,” tuturnya.

Kiai Miftah melanjutkan, jika seseorang yang melakukan sesuatu dalam keadaan terpaksa, maka sesuatu yang ia lakukan tadi tidak akan maksimal.

“Orang yang belajar karena dipaksa, apakah belajarnya akan maksimal?” Kiai Miftah melemparkan pertanyaan kepada peserta upacara yang disusul dengan jawaban ‘tidak’ dari para peserta.

Oleh karena itu, Kiai Miftah mengajak para peserta upacara untuk menata hati masing-masing, untuk menanamkan rasa cinta pada segala aktivitas yang dilakukan.

“Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, mari kita tata hati masing-masing. Kita lakukan segala aktivitas dengan penuh kesabaran, menyelesaikan tugas karena Allah, karena cinta kepada Allah, kepada diri sendiri, kepada orang tua, kepada sesama, bahkan cinta kepada seluruh alam semesta,” tegasnya.

Kiai Miftah juga mengutip sebuah Hadis Nabi Saw yang berisi tentang perintah mencintai seluruh makhluk yang ada di bumi.

Irhamu man fil ardli, yarhamkum man fi as-sama`i. Sayangilah siapa saja yang ada di bumi, niscaya penduduk langit akan Menyayangimu,” terangnya.

Sebagai informasi, dalam rangka memperingati Hari Pramuka, Pesantren Al-Nahdlah menggelar upacara gabungan seluruh unit, mulai dari SDIT An-Nahdlah, MTs Al-Nahdlah, hingga MA Al-Nahdlah.

Upacara ini sekaligus sebagai tanda dimulainya rangkaian kegiatan Peringatan Hari Pramuka dan Peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan berlangsung hingga Senin (18/8/2025) nanti.

KH M Asrorun Niam Sholeh: Hakikat Merdeka Adalah Tidak Bergantung pada Makhluk

Depok, Al-Nahdlah IBS – Bangsa Indonesia akan memperingati hari ulang tahun ke-80 kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025 nanti. Ini menjadi momentum yang tepat untuk merenungkan kembali makna kemerdekaan.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Nahdlah Depok Prof Dr KH M Asrorun Niam Sholeh, MA mengatakan bahwa hakikat komitmen kemerdekaan adalah tidak bergantung kepada yang lain.

“Komitmen kemerdekaan itu pada hakikatnya adalah kita tidak mau bergantung, tidak mau dijajah, diperbudak,” ujarnya dalam Kajian Mingguan Nashoihul Ibad, Sabtu (2/8/2025) pagi.

Orang yang merdeka adalah orang yang tidak bergantung kepada orang lain. Sebagaimana bangsa yang merdeka adalah bangsa yang tidak bergantung kepada bangsa lain.

Menurut Kiai Niam, kemerdekaan yang seperti itu adalah hakikat dari Tauhid, yakni memerdekakan diri atau membebaskan diri dari penghambaan kepada sesama makhluk.

“Ini hakikat Tauhid, membebaskan diri dari penghambaan kepada sesama (makhluk) menuju penghambaan total kepada Allah Swt,” jelasnya.

Ketua MUI Bidang Fatwa ini juga menyebutkan definisi lain dari tauhid, yakni tahrirul qalbi min ‘ibadatil khalqi ila ‘ibadatil khaliq, yang bermakna membebaskan hati dari penghambaan kepada makhluk menuju penghambaan kepada Khalik.

“Kita tidak boleh menggantungkan diri, merasa faqir (butuh), meminta-minta kepada sesama makhluk,” tegasnya.

Kiai Niam melanjutkan, manusia sebagai makhluk tidak boleh menggantungkan diri pada makhluk lain lantaran sesama makhluk mempunyai problem yang sama.

“Kalau kita bergantung kepada sesama makhluk (saat menghadapi masalah), maka masalah tidak akan selesai,” tuturnya.

Kiai Niam mengimbuhkan, “wong yang kita jadikan tempat bergantung juga menghadapi masalah yang sama.”

Pesantren Al-Nahdlah Gelar Acara Serah Terima Santri Baru Tahun Ajaran 2025/2026

Depok, Al-Nahdlah IBS — Pondok Pesantren Al-Nahdlah menggelar acara Serah Terima Santri Baru di Gedung Pemuda, Pesantren Al-Nahdlah Depok pada Sabtu (12/07/2025) pagi.

Serah terima santri baru dihadiri oleh jajaran pimpinan Pesantren Al-Nahdlah, dewan pembina asrama, dan para santri baru beserta para orang tua maupun wali mereka.

Direktur Pendidikan Pesantren Al-Nahdlah Ustadz Rosyidin Efendi SQ, MA, menyambut langsung para santri baru sekaligus mengenalkan Pondok Pesantren Al-Nahdlah sebagai pesantren ramah anak.

“Kami bertekad menjadi pesantren yang ramah anak, pesantren anti diskriminasi,” buka Ustadz Rosyidin.

Ia melanjutkan, “oleh karena itu, kami menyambut dengan suka cita dan penuh kegembiraan kepada seluruh santri baru. Selamat datang dan selamat bergabung di Pondok Pesantren Al-Nahdlah.”

Kepala Kepengasuhan Pesantren Al-Nahdlah KH Miftahul Huda Lc mengatakan, para wali santri hendaknya ikhlas dalam mengantarkan anak-anak mereka ke pondok pesantren.

“Antarkan dengan senyum, tinggalkan nanti dengan senyum juga. Jangan ada tetesan air mata, supaya anak-anak cepat betah, dan kirimkan doa terbaik setelah sholat kepada anak-anak kita,” ujarnya.

Acara serah terima santri baru ditutup dengan doa yang dibacakan oleh Wakil Kepala bidang Kesiswaan Ustadz M Ihfal Alifi SH, M Sc.

Sebagai informasi, Pondok Pesantren Al-Nahdlah menerima 49 santri baru untuk tahun ajaran 2025/2026, terdiri atas santri Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah.

Editor: M Naufal Hisyam

Get 30% off your first purchase

X