Muhammad Al-Fatih: Sang Ahlu Bisyarah

Sultan Muhammad 2 (Sumber gambar: wikipedia.com)

Siapa yang tidak kenal dengan seorang tokoh penakluk sebuah kota fenomenal seperti gambar di atas?

Dialah Sang Ahlu Bisyarah Rasulullah dan Sang Elang Utsmaniyyah Sultan Muhammad 2 (833 H/1482 M). Sultan Daulah Ustmaniyyah yang ketujuh dalam susunan keluarga Utsman yang dilahirkan pada 27 Rajab 835 H/30 Maret 1432 M di Kota Erdine, ibukota Kerajaan Ustmaniyah di kala itu.

Dianugerahi dengan gelar Al-Fatih (Sang Penakluk) dan Abu Al-Khairat (Bapak Kebaikan). Menduduki kursi Sultan pada usianya yang masih muda yaitu 22 tahun dan memerintah selama 30 tahun lamanya setelah ayahandanya wafat pada tanggal 16 Muharram tahun  855 H,yang bertepatan dengan tanggal 18 Februari 1451 H.

Sultan Muhammad Al-Fatih memilki kepribadian dan karakter yang lengkap,sebuah nilai kepribadian yang menggabungkan antara kekuatan dan keadilan.Sejak usianya yang masih belia Ia juga mengungguli kawan-kawan sebayanya dalam berbagai bidang ilmu yang diperolehnya di madrasah, terkhusus pengetahuannya terhadap beragam bahasa di masanya.

Selain itu, Muhammad Al-Fatih juga memilki keterkaitan yang kuat terhadap sejarah.Dua bidang ilmu ini,yaitu bahasa dan sejarah,merupakan sesuatu yang kemudian hari membantunya untuk menonjolkan dirinya dalam bidang manajemen dan membantunya juga dalam medan perang. Hingga pada akhinya,ia terkenal dengan Muhammad Al-Fatih (Sang Penakluk) dan menjadi Ahlu Bisyarah Rasullulah dengan terwujudnya janji Rasulullah kepada kaum Muslimin

“Sesungguhnya akan dibuka Kota Konstantinopel, sebaik-baik pemimpin adalah yang memimpin saat itu, dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan perang saat itu.” (HR. Imam Ahmad 4/235, Bukhori 139).

Gelar itu diberikan kepadanya setelah Ia dan kaum Muslim menaklukan sebuah salah satu kota terpenting di didunia yaitu Konstantinopel pada tahun 29 Mei 1453 M.Kota ini dibangun pada tahun 330 M oleh seorang Raja Byzantium,Constantine 1.

Konstantinopel memiliki posisi yang sangat istimewa di mata dunia, hingga dikatakan,”Seandainya dunia ini hanya terdiri atas satu kerajaan, maka konstantinopel adalah tempat yang paling layak untuk menjadi ibukotanya.”  Sejak didirikannya, orang-orang Byzantium telah menjadikan Konstantinopel sebagai ibukota kerajaannya.Kota itu termasuk salah satu kota yang paling besar di dunia dan paling strategis.

Sultan Muhammad 2 mengikuti jejak-jejak yang telah ditempuh oleh ayahandanya dan nenek moyangnya dalam berbagai penaklukan.Sultan Muhammad Al-Fatih berusaha menjadikan Konstantinopel sebagai ibukota Daulah Utsmaniyyah. Ia berusaha mewujudkan apa yang belum diwujudkan oleh para pendahulunya dari kalangan panglima pasulkan islam.

Sultan Muhammad Al-Fatih meninggal dunia di tengah-tengah tentaranya yang berjumlah besar yang telah ia siapkan untuk mewujudkan janji rasul dan menaklukan sebuah kota besar paca penaklukan Konstantinopel yaitu Roma, pada Kamis 4 Rabiul Awwal 886 H (3 Mei 1481 M) Ia menghembuskan napas terakhirnya pada umur 52 tahun, setelah memerintah selama lebih dari 30 tahun.

Sumber literasi: Sejarah Ustmaniyyah dan Faktor-faktor kebangkitan dan sebab-sebab keruntuhannya karya Dr.Ali Muhammad Ash-Shallabi.

Sumber Artikel : https://www.kompasiana.com/alfatih31209/63dc638ac1cb8a620f5f3553/sang-ahlu-bisyarah?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sharing_Mobile

Menjadi Santri Al Nahdlah

Apa kabar Bapak/Ibu, Adik-adik dan kakak-kakak sekalian… Semoga Bapak/Ibu, Adik-adik dan kakak-kakak sekalian selalu sehat ya….  saya sebagai santri Al Nahdlah Islamic Boarding School akan menjelaskan dan menceritakan tentang keseruan-keseruan di pondok Al-Nahdlah ketika diawal saya masuk.

Jadi, awal saya masuk ke pondok ini rasanya memang tegang, saat baru masuk pertama kalinya. Tetapi, lama-lama bakalan betah kok kayak saya.. hehe….

Awal mula kegiatan diisi dengan acara Makesta. Jadi, makesta itu menurut saya adalah menjelaskan materi tentang pondok pesantren Al-Nahdlah, setelah beberapa hari itu selesai dengan acara Makesta, para pengurus akan melakukan kegiata jerit malam. Jerit malam itu kita bakalan ditanya tentang materi yang sudah diberikan disaat menjelaskan materi-materi tersebut.

Setelah selesainya acara itu, para pengurus akan melakukan acara lagi, yaitu lomba-lomba. Ada banyak loh, yaitu ada lomba bulu tangkis, lomba futsal sarung, lomba voli dan banyak lagi.  Setelah melakukan kegiatan itu, malam harinya para pengurus menugaskan kita untuk memakai baju yang sama dengan angkatannya, lalu, kita bakalan bermain yel yel se-angkatan. Nah,saat beberapa hari kemudian bakalan melakukan kegiatan MATRIKULASI, yaitu kita bakalan belajar bahasa Inggris dan bahasa Arab. Dan bulan berikutnya yakni 17 Agustus bakalan ada acara lomba-lomba. Menurutku, yang paling menyenangkan adalah lomba menghias kelas bersama teman-teman.

Nah, setelah beberapa hari itu pun, pesantren mulai melakukan kegiatan KBM yaitu Kegiatan Belajar Mengajar. Saat hari senin dan kamis, biasanya pagi hari itu kita harus bangun jam 03:00 untuk melakukan shalat tahajud. Saat jam 05:00 bakalan melakukan kegiatan TAHFIDZ sampai jam 05:59. Setelah selesai santri dan santriwati ber siap-siap untuk pergi ke kelas, ke kelas itu sekitar pukul 07:00. Saat baru masuk ke kelas, di sana sudah ada wali kelas, dan para santri dan santriwati membersihkan kelas nya. Dan hari selanjutnya pun saat pagi hari juga melakukan kegiatan yang sama.Mulai belajar saat jam 07:02 sampai dengan jam 08:59. Saat jam 09:00, bakalan melakukan shalat Dhuha.

Setelah selesai istirahat selama 30 menit dan melanjutkan belajar. Setelah itu, saat jam 11:37 istirahat sampai jam 12:00 dan bisa mengambil makan siang di dapur. Saat jam 12:00 melaksanakan shalat Dzuhur,setelah selesai itupun waktunya jam istirahat. Setelah jam istirahat mulailah belajar kembali seperti biasa sampai jam 03:00. Setelah itu melakukan shalat ashar.

Habis selesai shalat Ashar melaksanakan kegiatan QIROATI sampai jam 04:57. Setelah selesai,bakalan melakukan kegiatan ratib sebelum berbuka.Dan malam harinya melaksanakan shalat isya dan muhadatsah.Dihari Kamisnya kegiatan yang sama,tetapi dimalam harinya melakukan kegiatan DIBA. Nah, sekarang saya akan kasih tahu kalau kegiatan MUHADATSAH itu dilaksakan dari hari senin sampai kamis. Dan di hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Setelah melakukan kegiatan shalat maghrib melakukan membaca Al-Quran.

Sumber Artikel : https://www.kompasiana.com/zelfatihannisa1048/63d35c104addee6460082363/santri-al-nahdlah

Get 30% off your first purchase

X