Beasiswa Baznas MA Al-Nahdlah

Santri Kelas 12 MA Al-Nahdlah Ikuti Sosialisasi Jalur Masuk PTN

Depok, Al-Nahdlah IBS – Santri Kelas XII MA Al-Nahdlah mengikuti rangkaian Program Beasiswa Santri Baznas 2024 pada Rabu (8/1/2025) siang di Gedung Balai Latihan Kerja Komunitas Pesantren Al-Nahdlah, Depok.

Santri Kelas XII MA Al-Nahdlah. Foto: M. Naufal Hisyam/Al-Nahdlah IBS

Pada kesempatan ini, mereka menyimak pemaparan dari tim Lembaga Bimbingan Belajar (LBB) Bintang Pelajar mengenai Informasi Jalur Masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) dan Manajemen Penanganan Kelas XII.

Pemaparan tentang Informasi Jalur Masuk PTN meliputi penyajian daftar PTN di Indonesia, daftar jalur masuk PTN, serta jadwal pelaksanaan tes pada masing-masing jalur.

Setidaknya ada tujuh jalur masuk PTN di 2025, antara lain: Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN), Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN), Seleksi Mandiri Masuk PTN (SMM-PTN) Barat, Jalur Mandiri PTN, dan Seleksi Sekolah Kedinasan atau Perguruan Tinggi Negeri Kedinasan.

Selanjutnya, para santri menerima hasil Tes Diagnostik yang telah mereka ikuti pada 24 Desember 2024 lalu. Hasil tes tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi mereka dalam memilih jurusan/program studi saat mendaftar ke PTN nanti.

Bimbingan dan Konseling Bintang Pelajar Aisyah Rahmawati mengatakan, jika santri masih kebingungan dalam menentukan pilihan, maka mereka dapat berkonsultasi dengan Bagian Konseling di Bintang Pelajar.

“Teman-teman punya kesempatan untuk berkonsultasi, kurang lebih selama 30-60 menit,” ujar Aisyah.

Kepala MA Al-Nahdlah Rochman Hakim menegaskan, para santri kelas XII harus memanfaatkan kesempatan mengikuti program persiapan masuk PTN bersama LBB Bintang Pelajar dengan maksimal.

“Semua sudah disediakan, jadi kalian harus menunjukkan keseriusan kalian jika ingin masuk ke PTN impian,” katanya.

Salah seorang santri Kelas XII Intan Akmala Beauty mengaku bahwa dirinya cukup terbantu dengan hasil Tes Diagnostik yang ia terima.

“Cukup terbantu. Jika sebelumnya saya tidak ada bayangan untuk memilih jurusan apa nantinya, sekarang jadi ada bayangan,” ungkapnya.

Selain itu, pada pertemuan yang dihadiri oleh Kepala Cabang Bintang Pelajar Villa Dago Fajar Rianto ini, santri Kelas XII MA Al-Nahdlah juga diajak berkenalan dengan para mentor yang akan mendampingi mereka selama program yang akan dilaksanakan mulai Januari hingga April nanti.

Amal Kebaikan Ikhlas

Ikhlas Itu Harus Dilatih, Mulai Saja Berbuat Baik, Meski Awalnya Terpaksa

Pernahkah anda mengurungkan niat untuk berbuat baik hanya karena khawatir anda tidak bisa melakukannya dengan ikhlas? Jika jawabannya ‘iya’, maka anda sebaiknya segera mengubah pola pikir anda tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Nahdlah Depok, Prof Dr KH M Asrorun Ni’am Sholeh, MA menjelaskan, ikhlas itu adalah suasana hati yang harus dilatih. Untuk menuju ikhlas, seseorang harus memulai beramal baik meski awalnya didasari atas keterpaksaan.

“Ikhlas itu adalah suasana hati yang harus dilatih. Bagaimana mungkin bisa ikhlas kalau kita tidak memulai untuk memaksakan diri menuju ikhlas?” ujarnya dalam Kajian Mingguan Kitab Nashoihul Ibad, Sabtu (16/11) pagi.

Kiai Ni’am mencontohkan, para santri yang belajar di pesantren. Awalnya, mereka melakukan kebaikan karena terpaksa mematuhi aturan yang berlaku. Seperti kewajiban mengaji setelah subuh berjamaah.

“Lama-lama menjadi kebiasaan, lama-lama menjadi panggilan keikhlasan di dalam menjalankan kewajiban tholabul ilmi,” terangnya.

Biasanya, seseorang mengurungkan niat untuk berbuat kebaikan karena khawatir tidak ikhlas. Menurut Kiai Ni’am, kekhawatiran itu adalah salah satu bentuk godaan setan.

“Kadang ada godaan setan ketika kita mau bersedekah. ‘Haduh ini saya belum bisa ikhlas.’ Akhirnya tidak mau bersedekah,” tuturnya.

Beramal Karena Motivasi Tertentu

Terkadang, seseorang melakukan suatu amal kebaikan karena memiliki motivasi tertentu. Apakah hal tersebut termasuk perbuatan tidak ikhlas dalam beramal? Dan apakah hal semacam itu diperbolehkan?

Menurut Kiai Ni’am, melakukan amal kebaikan karena didorong oleh motivasi tertentu itu boleh saja. Dan jenis motivasi tersebut beragam. Pertama, beribadah karena Allah yang dilandasi motivasi duniawi.

“Seperti Sholat Dluha. Sholat Dluhanya lillah, tetapi kita melaksanakannya untuk memperoleh rezeki, sebagaimana dijelaskan dalam hadis-hadis Rasulullah,” bebernya.

Contoh lainnya, ada orang bersedekah karena Allah, namun memiliki motivasi untuk mewujudkan hajat tertentu. Dengan kata lain, orang ini menjadikan suatu amal kebaikan sebagai wasilah atau perantara baginya untuk meraih keinginan duniawinya.

Kedua, beribadah karena Allah yang dilandasi motivasi menghindari siksa di akhirat. Seseorang mengerjakan kebaikan, baik wajib maupun sunnah, karena takut masuk neraka kalau tidak mengerjakannya.

“Kita sholat rajin, biar nanti kita tidak masuk neraka. Ini berarti motivasinya personal, biar nggak masuk neraka. Boleh nggak itu? Boleh,” jelas Kiai Ni’am.

Hanya saja, Ketua MUI Bidang Fatwa ini menggarisbawahi, seseorang hendaknya tidak berhenti pada level beribadah karena motivasi tertentu. Ia harus bisa naik ke level tertinggi, yaitu beramal karena dilandasi rasa cinta kepada Allah.

“Puncak ketaatan kita, motivasi ibadah yang kita lakukan, itu lillah dan billah. Karena Allah dan untuk Allah, karena mahabbah, cinta kita kepada Allah,” tegasnya.

Kiai Ni’am melanjutkan, ketika seseorang mampu mencapai level tersebut, manfaat-manfaat duniawi akan berdatangan dengan sendirinya.

“Biasanya kalau udah tingkatan mahabbah billah, yang urusan dunia akan mengikuti. Ada saja sumber rezeki,” katanya. “Sangat mungkin terjadi, dan tidak terlalu sulit untuk memahami itu.”

Rapat Anggota Komisariat IPNU IPPNU

IPNU-IPPNU Komisariat Al-Nahdlah Gelar Rapat Anggota Komisariat dan Pemilu Raya

Depok, Al-Nahdlah IBS – Pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Komisariat Al-Nahdlah menggelar Rapat Anggota Komisariat (RAK) dan Pemilu Raya. Acara ini dibuka pada Ahad (17/11) di Gedung Pemuda, Pondok Pesantren Al-Nahdlah, Depok.

Ketua Pelaksana RAK masa khidmat 2023-2024 Intan Akmala Beauty mengatakan, acara ini menjadi wadah bagi para anggota untuk menyuarakan aspirasinya. Seluruh aspirasi mereka akan menjadi pertimbangan bagi kepengurusan periode selanjutnya.

“Untuk kegiatan hari ini, semoga kalian bisa memberikan suara yang terbaik untuk kemajuan IPNU-IPPNU (periode) selanjutnya,” ujar Intan.

Ia berharap, para peserta RAK dapat berkontribusi aktif dalam diskusi yang berlangsung selama jalannya forum.

Sementara itu, Ketua IPNU masa khidmat 2023-2024 Muhammad Alfatih Panatagama menjelaskan, IPNU-IPPNU merupakan badan otonom Nahdlatul Ulama yang menjadi wadah bagi para pelajar NU untuk mengembangkan diri. Pengembangan diri itu salah satunya bisa dilakukan lewat RAK.

“Di sini, kita akan belajar bagaimana alur sidang berjalan, bagaimana sidang itu dilaksanakan,” terangnya.

RAK tahun ini bertema “Jangan Hidup dari Organisasi, Tapi Hidupilah Organisasi”. Fatih menjelaskan tema tersebut sembari mengutip perkataan pendiri NU, Hadratus Syekh M Hasyim Asy’ari.

“Hadratus Syekh KH. M. Hasyim Asy’ari pernah berkata, ‘barangsiapa menghidupi Nahdlatul Ulama, maka aku anggap dia muridku. Dan barangsiapa yang aku anggap murid, aku akan doakan husnul khotimah beserta anak cucunya’,” tuturnya.

Pembina IPNU-IPPNU Komisariat Al-Nahdlah Ustadz M Ihfal Alifi menerangkan, RAK dan Pemilu Raya tidak hanya menjadi sarana bagi para anggota untuk menentukan pemimpin ke depan, melainkan juga sebagai ajang evaluasi atas kinerja pemimpin sebelumnya.

“Rapat Anggota Komisariat dan Pemilu Raya ini menjadi salah satu sarana untuk kita bersama menentukan siapa yang layak kita pilih sebagai seorang pemimpin,” jelasnya.

Ia menambahkan, “Tetapi dalam proses pergantian, semua yang telah dilakukan oleh pemimpin sebelumnya itu perlu dilakukan evaluasi.”

Bagi Ustadz Ihfal, IPNU-IPPNU tidak hanya menjadi wadah untuk mengasah skill kepemimpinan, melainkan juga sebagai ladang bagi para anggota untuk mengamalkan ilmu.

“IPNU-IPPNU menjadi salah satu wadah bagi kita untuk belajar. Tidak hanya mengasah skill kepemimpinan, tetapi juga bagaimana kita bisa mengamalkan ilmu yang didapatkan di pesantren. Sebagai bentuk khidmat, sebagai bentuk pelayanan kita untuk agama,” tegasnya.

Rapat Anggota Komisariat (RAK) merupakan forum tertinggi di level Komisariat IPNU-IPPNU. Acara ini menjadi awal dari seluruh rangkaian proses pergantian kepengurusan di dalam IPNU-IPPNU.

Tahun ini, RAK dan Pemilu Raya akan berlangsung pada Ahad-Senin, 17-18 November 2024. Ada tiga nama kandidat Ketua IPNU masa khidmat 2024-2025, yaitu M Ghiffari Azhar, Daffag Zainal Abidin, dan Tofiqur Rahman.

Sementara itu, tiga nama yang menjadi kandidat Ketua IPPNU masa khidmat 2024-2025 adalah Azka Fariha Annadhira, Zahra Keisha Abida, dan Salwa Muthia. Seluruh kandidat tersebut merupakan santri kelas XI MA Al-Nahdlah.

Get 30% off your first purchase

X